Jamur Spons

Morel Mushroom | Morchella esculenta
Nama
Jamur Spons (Morel Mushroom)
Nama Latin/Ilmiah
Morchella esculenta

Advertisement


I. Ciri-ciri Jamur Spons

Biasanya muncul di musim semi di area hutan terbuka, pinggiran sungai, atau bekas area terbakar. Mereka sering bersimbiosis dengan akar pohon seperti pohon elm, ash, atau apel dan tumbuh di tanah yang lembap. Karakteristik/ciri-ciri Jamur Spons (Morchella esculenta):

Bagian Ciri-Ciri
Tudung Pileus Berbentuk seperti sarang lebah atau spons dengan lubang-lubang yang tidak beraturan (mirip alveoli). Warnanya bervariasi dari krem, kuning pucat, hingga cokelat muda.
Batang Stipe Berwarna putih hingga kekuningan, teksturnya agak kasar, dan bagian dalamnya berongga (kosong).
Ukuran Tingginya rata-rata berkisar antara 5 hingga 15 cm.
Tekstur Tudungnya terasa agak kenyal seperti karet, sementara batangnya cukup rapuh.
Fitur Khas Bagian tudung menempel langsung pada batang dan seluruh bagian tubuh jamur ini bersifat berongga jika dibelah dari atas ke bawah.

II. Efek Samping Jamur Spons

Jamur spons (Morchella esculenta), yang dikenal sebagai jamur morel, umumnya dianggap sebagai jamur yang lezat dan aman dikonsumsi setelah dimasak. Namun, konsumsi jamur ini dalam keadaan mentah atau setengah matang dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal yang parah. Senyawa beracun seperti hydrazine yang terdapat di dalam jamur mentah dapat memicu gejala keracunan akut, termasuk mual, muntah hebat, kram perut, dan diare yang biasanya muncul dalam beberapa jam setelah konsumsi.

Baca Semua Efek Samping

Jamur Kuping

Auricularia auricula-judae

Teh

Camellia sinensis

Cari: