Jamur Chaga (Inonotus obliquus) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat, namun memiliki beberapa efek samping potensial yang signifikan, terutama karena kandungan oksalatnya yang tinggi. Konsumsi jamur Chaga dalam jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan penumpukan kristal kalsium oksalat di dalam ginjal, yang berisiko memicu nefropati oksalat atau gagal ginjal akut. Selain itu, Chaga memiliki sifat hipoglikemik alami yang dapat menurunkan kadar gula darah. Ketika dikombinasikan dengan obat-obatan diabetes seperti insulin atau sulfonilurea, hal ini dapat meningkatkan risiko hipoglikemia (penurunan gula darah secara drastis yang berbahaya).
Efek samping lain yang perlu diwaspadai berkaitan dengan sifat antikoagulan atau antiplatelet dari jamur ini. Chaga dapat memperlambat pembekuan darah dan berinteraksi negatif dengan obat pengencer darah (seperti warfarin, aspirin, atau heparin), sehingga meningkatkan risiko memar atau pendarahan parah, terutama bagi pasien yang akan menjalani prosedur bedah. Bagi individu dengan penyakit autoimun (seperti artritis reumatoid, lupus, ataumultiple sclerosis), polisakarida dalam Chaga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan memperburuk gejala penyakit tersebut. Efek samping ringan yang kadang dilaporkan meliputi ketidaknyamanan pencernaan dan mual.
Rekomendasi:
Berdasarkan panduan medis dan toksikologi, para ahli kedokteran menyarankan agar individu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen Jamur Chaga, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis mendasar. Pasien dengan riwayat gangguan ginjal (terutama batu ginjal), diabetes, gangguan pendarahan, atau penyakit autoimun sangat dianjurkan untuk menghindari Chaga kecuali atas persetujuan ketat dari tenaga medis profesional. Konsumen juga harus menghentikan penggunaan suplemen Chaga setidaknya dua minggu sebelum menjalani operasi yang direncanakan guna menghindari komplikasi pendarahan.
Referensi:
- Zhao, F., et al. (2018). "Inonotus obliquus polysaccharides: a review on its bioactivities, and application." International Journal of Biological Macromolecules, 120(Pt A), 256-267.
- Nihas, M., et al. (2021). "Oxalate nephropathy due to mushroom (Chaga) supplement." Kidney International Reports, 6(5), 1478-1481.
- Welz, A. N., Emberger, A., & Wahab, M. A. (2018). "The use of culinary and medicinal mushrooms in clinical practice." Complementary Therapies in Clinical Practice, 32, 1-8.