Kasifikasi ilmiah Jamur Chaga (Inonotus obliquus)
Author: (Ach. ex Pers.) Pilát
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Fungi |
| Subkerajaan: | Dikarya |
| Infrakerajaan: | Basidiomycota |
| Superdivisi: | Dikaryomycota |
| Divisi: | Basidiomycota |
| Subdivisi: | Agaricomycotina |
| Kelas: | Agaricomycetes |
| Subkelas: | Agaricomycetidae |
| Ordo: | Hymenochaetales |
| Famili: | Hymenochaetaceae |
| Subfamili: | Inonotoideae |
| Tribus: | Inonoteae |
| Genus: | Inonotus |
| Spesies: | Inonotus obliquus |
Inonotus obliquus, atau yang lebih dikenal dengan sebutan jamur chaga, merupakan jamur parasit unik yang biasanya tumbuh di batang pohon birch di iklim dingin seperti Siberia, Kanada, dan Eropa Utara. Bentuknya sangat khas, menyerupai bongkahan arang hitam yang retak-retak di bagian luar, namun di baliknya tersimpan tekstur berwarna cokelat keemasan yang padat dan kaya akan senyawa bioaktif.
Banyak orang memanfaatkan jamur ini sebagai suplemen kesehatan karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi. Biasanya, chaga dikeringkan lalu diseduh seperti teh atau diolah menjadi bubuk untuk membantu meningkatkan sistem imun dan melawan peradangan. Meski terlihat seperti kerak pohon biasa, jamur ini sudah lama dianggap sebagai 'emas hitam' di dunia pengobatan herbal tradisional.
Advertisement