Advertisement
Passiflora foetida, yang dikenal sebagai markisa hutan atau rambusa, adalah tumbuhan merambat perenial dari suku Passifloraceae. Batangnya berambut, daunnya berseling dan bercangap tiga hingga lima dengan permukaan berbulu serta kelenjar lengket, sedangkan bunganya putih hingga ungu pucat dengan corona berserabut khas. Buahnya berupa beri kecil kekuningan-oranye yang terbungkus bracts berbulu. Spesies ini berasal dari Amerika tropis, tetapi kini tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, sering muncul sebagai gulma di lahan terbuka, pinggir jalan, dan semak belukar.
Tumbuh liar sebagai tanaman merambat di area terbuka yang terkena sinar matahari, seperti semak belukar, pinggir jalan, atau lahan terbengkalai. Suka merambat pada pagar atau tanaman lain. Karakteristik/ciri-ciri Daun Markisa Hutan (Passiflora foetida):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Daun | Berbentuk seperti jantung (cordate) dengan 3 sampai 5 lekukan atau cuping yang terlihat jelas. |
| Tekstur Permukaan | Permukaan daun ditutupi oleh bulu-bulu halus yang lengket, terasa agak berlendir jika disentuh. |
| Warna | Hijau terang saat muda dan cenderung hijau tua saat sudah dewasa. |
| Ukuran | Panjangnya sekitar 5 hingga 10 cm dengan lebar yang hampir sama. |
| Aroma | Memiliki bau yang khas dan agak menyengat jika daunnya diremas. |
| Tulang Daun | Memiliki susunan tulang daun menjari yang menonjol di bagian bawah permukaan daun. |
| Tepi Daun | Tepiannya berlekuk-lekuk dan terkadang tampak berambut halus di pinggirannya. |
8 Manfaat Daun Markisa Hutan untuk kesehatan.
Flavonoid C-glikosida dan asam fenolat menyumbangkan atom hidrogen/elektron untuk menstabilkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx, serta menurunkan peroksidasi lipid melalui penekanan ROS.
Flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid mengganggu integritas membran bakteri, menghambat sintesis dinding sel, dan menghambat enzim/DNA gyrase. Pada fungi, senyawa fenolat merusak membran dan menghambat pembentukan ergosterol.
Flavonoid menghambat aktivitas siklooksigenase (COX-1/COX-2) dan lipoksigenase (LOX), menurunkan produksi prostaglandin E2 dan leukotrien, serta menekan translokasi NF-κB sehingga mengurangi ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Markisa Hutan.
Daun Markisa Hutan (Passiflora foetida) dikenal memiliki berbagai potensi pemanfaatan tradisional, namun tanaman ini juga menyimpan potensi efek samping yang perlu diwaspadai karena kandungan senyawa aktifnya, terutama glikosida sianogenik. Konsumsi bagian tanaman ini, khususnya dalam keadaan mentah atau dalam jumlah berlebihan, dapat memicu keracunan sianida ringan hingga sedang. Gejala klinis yang sering dilaporkan meliputi pusing, mual, muntah, lemas, serta gangguan pencernaan akibat adanya senyawa beracun yang dilepaskan saat metabolisme daun di dalam tubuh.