Daun Terong Belanda

Solanum betaceum
Nama
Daun Terong Belanda
Nama Latin/Ilmiah
Solanum betaceum
Bagian Digunakan
Daun
Rasa
Pahit, kelat
Nama Lain
Tamarillo (Selandia Baru), tree tomato (negara berbahasa Inggris), tomate de árbol (Ekuador/Kolombia), tomate de palo (Peru), tomate arbóreo (Brasil/Portugal)
Asal
Daun Terong Belanda (Solanum betaceum) berasal dari Amerika Selatan, khususnya Pegunungan Andes di Peru, Ekuador, Bolivia, Kolombia, Chili, dan Argentina.
Kandungan Utama
Alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid.

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Daun Terong Belanda

Terong Belanda (Solanum betaceum) adalah tanaman semak atau pohon kecil dari famili Solanaceae yang berasal dari wilayah Andes, Amerika Selatan, dan kini banyak dibudidayakan di dataran tinggi tropis, termasuk Indonesia. Meskipun buahnya lebih dikenal sebagai tamarillo, daunnya juga merupakan bagian penting dari arsitektur tanaman karena berperan dalam fotosintesis, pertukaran gas, dan penyimpanan sementara hasil metabolisme. Daun tumbuh menyebar di sepanjang cabang dan membentuk tajuk yang rimbun, mendukung pertumbuhan buah pada lingkungan lembap dan sejuk.

Baca Lebih Lanjut
Update: 20 Sep 2026 - 10:00:49
 

II. Ciri-ciri Daun Terong Belanda

Tanaman ini berasal dari daerah tropis Amerika Selatan (Pegunungan Andes) dan tumbuh subur di dataran tinggi dengan iklim sejuk, tanah yang subur, serta sistem drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Daun Terong Belanda (Solanum betaceum):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Berbentuk seperti jantung (ovate) dengan bagian ujung yang meruncing.
Ukuran Cukup lebar dan besar, panjangnya bisa mencapai 20-30 cm.
Tekstur Permukaan Permukaannya agak kasar atau berbulu halus dengan guratan tulang daun yang menonjol dan terlihat jelas.
Warna Hijau tua yang pekat pada bagian atas, sedangkan bagian bawah warnanya sedikit lebih muda.
Aroma Memiliki aroma khas yang agak tajam atau langu jika daunnya diremas.
Tata Letak Daun tumbuh berselang-seling pada batang dengan tangkai daun yang cukup panjang dan kokoh.

III. Manfaat Daun Terong Belanda

8 Manfaat Daun Terong Belanda untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Senyawa fenolik dan flavonoid menetralkan ROS/RNS, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx, serta mengkelat ion logam transisi melalui gugus katekol/hidroksil.

    Tampilkan
  2. Antimikroba

    Flavonoid dan alkaloid mengganggu integritas membran sel mikroba, menghambat sintesis asam nukleat, dan menginaktivasi enzim mikroba; efek sinergis dengan asam fenolat.

    Senyawa Aktif: Solasodine, Kuersetin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Menghambat aktivasi NF-κB dan jalur COX-2/iNOS, menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6, serta menekan migrasi leukosit dan edema pada model hewan.

    Senyawa Aktif: Solasodine, Rutin, Asam Klorogenat
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Daun Terong Belanda

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Daun Terong Belanda.

  1. Solasonine

    Golongan: Alkaloid steroid glikoalkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Insektisida, Dan Sitotoksik Terhadap Sel Kanker Secara In Vitro/preklinik; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  2. Solamargine

    Golongan: Alkaloid steroid glikoalkaloid
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Sitotoksik Terhadap Sel Tumor, Antimikroba, Dan Modulasi Apoptosis Secara In Vitro/preklinik; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
  3. Solasodine

    Golongan: Alkaloid steroid (aglikon glikoalkaloid)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Sitotoksik, Dan Prekursor Sintesis Steroid; Bukti Masih In Vitro/preklinik; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Efek Samping Daun Terong Belanda

Daun terong belanda (Solanum betaceum) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan glikosida yang umumnya ditemukan pada famili Solanaceae. Meskipun bagian buahnya kaya akan nutrisi, konsumsi atau penggunaan bagian daunnya secara sembarangan dapat memicu efek samping gastrointestinal. Senyawa alkaloid dan saponin dalam jumlah tertentu dapat mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan gejala seperti mual, muntah, kram perut, dan diare akut pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

Daun Labu Kuning

Cucurbita moschata

Daun Markisa Hutan

Passiflora foetida

Cari: