Daun Kepundung

Baccaurea racemosa
Nama
Daun Kepundung
Nama Latin/Ilmiah
Baccaurea racemosa
Bagian Digunakan
Daun Muda.
Rasa
Asam
Nama Lain
Menteng (Indonesia), kepundung (Indonesia), rambai hutan (Malaysia), ma fai (Thailand), wild rambai (Inggris)
Asal
Bukan endemik, berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia (Sumatra, Jawa, Kalimantan), Malaysia (Semenanjung Malaya, Sabah, Sarawak), dan Brunei Darussalam.
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, steroid

Advertisement


I. Tentang Daun Kepundung

Baccaurea racemosa, yang dikenal sebagai kepundung atau menteng, adalah pohon buah anggota suku Phyllanthaceae yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia. Tumbuhan ini tumbuh di dataran rendah tropis dan sering ditemukan di hutan sekunder, pekarangan, serta kebun campuran. Sebagai spesies dioecious, pohon jantan dan betina terpisah, dan buahnya tersusun dalam tandan; nama spesies racemosa merujuk pada susunan bunga atau buah yang berbentuk tandan tersebut.

Baca Lebih Lanjut
Update: 16 Sep 2026 - 04:40:12
 

II. Ciri-ciri Daun Kepundung

Tumbuh subur di hutan tropis dataran rendah, biasanya ditemukan di pinggiran sungai atau lahan yang lembap. Tanaman ini menyukai tanah yang kaya organik dan sering dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai pohon buah. Karakteristik/ciri-ciri Daun Kepundung (Baccaurea racemosa):

Bagian Ciri-Ciri
Bentuk Daun Lonjong atau elips memanjang dengan ujung yang meruncing (akuminatus) dan pangkal yang tumpul.
Tepi Daun Rata (tidak bergerigi) dengan tekstur yang agak kaku.
Tekstur Permukaan Bagian atas permukaan daun berwarna hijau tua mengilap (licin), sedangkan bagian bawahnya cenderung lebih pucat dan agak kusam.
Tulang Daun Memiliki tulang daun menyirip yang terlihat menonjol dan jelas di bagian bawah daun.
Susunan Daun Daun tumbuh berselang-seling (alternate) pada batang atau ranting.
Ukuran Panjang daun rata-rata berkisar antara 10-25 cm dengan lebar sekitar 5-10 cm.

III. Efek Samping Daun Kepundung

Daun kepundung (Baccaurea racemosa) merupakan bagian dari tanaman yang secara tradisional sering digunakan oleh masyarakat lokal untuk berbagai keperluan pengobatan herbal. Meskipun demikian, informasi ilmiah yang secara spesifik mendokumentasikan profil toksisitas dan efek samping dari ekstrak daun kepundung masih sangat terbatas. Secara umum, konsumsi bagian tanaman dari genus Baccaurea yang belum diuji secara klinis berpotensi menimbulkan efek samping ringan pada saluran pencernaan, seperti mual, kram perut, atau diare, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau oleh individu dengan sistem pencernaan yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

Daun Girang

Leea indica

Daun Salak Hutan

Salacca affinis

Cari: