Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Konsumsi Kacang Mete (Anacardium occidentale L.) terhadap Profil Lipid dan Glikemik pada Populasi Dewasa: Sebuah Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak, 421 partisipan dewasa sehat, overweight, dan diabetes tipe 2
    Dosis/Durasi:
    30–60 g/hari kacang mete selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan kolesterol LDL dan trigliserida serta peningkatan HDL secara signifikan pada kelompok yang mengonsumsi kacang mete. Tidak ditemukan efek samping serius; efek terhadap HbA1c masih heterogen antar studi.
  2. Efek Suplementasi Kacang Mete terhadap Kontrol Glikemik dan Inflamasi pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2; 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok plasebo
    Dosis/Durasi:
    30 g/hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kacang mete selama 12 minggu menurunkan HbA1c, hs-CRP, dan insulin puasa dibandingkan plasebo. Kacang mete juga memperbaiki indeks resistensi insulin (HOMA-IR).
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Jambu Mete (Anacardium occidentale) sebagai Agen Antidiabetes: Kajian Fitokimia dan Farmakologis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    39 studi yang meliputi uji in vitro, hewan, dan uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak baku; ekstrak daun 50–400 mg/kgBB pada studi hewan, dan kacang mete 30–60 g/hari pada uji manusia
    Temuan:
    Tinjauan sistematis mengonfirmasi bahwa ekstrak daun dan kulit batang A. occidentale memiliki aktivitas hipoglikemik melalui penghambatan α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Senyawa utama seperti asam anakardat dan flavonoid berperan dalam efek tersebut.
  4. Aktivitas Penyembuhan Luka Topikal Ekstrak Etanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale) pada Tikus Wistar

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus Wistar; 6 kelompok dengan 4 dosis ekstrak berbeda
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak etanol 5%, 10%, dan 20% dioleskan sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Salep ekstrak daun A. occidentale dosis 10% mempercepat kontraksi luka dan meningkatkan epitelisasi pada hari ke-14 dibandingkan kontrol. Analisis histologi menunjukkan peningkatan kepadatan kolagen dan penurunan sel radang.
  5. Efek Antioksidan dan Anti-Inflamasi Ekstrak Kulit Batang Jambu Mete (Anacardium occidentale) pada Edema Kaki Tikus yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 mencit Swiss; lima kelompok: kontrol, indometasin, dan tiga dosis ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB secara oral; model inflamasi akut (1 hari)
    Temuan:
    Pemberian ekstrak 200 mg/kgBB menunjukkan efek anti-inflamasi signifikan dengan menghambat edema serta menurunkan kadar MDA dan meningkatkan SOD. Efek tersebut sebanding dengan indometasin 10 mg/kgBB.
  6. Asam Anakardat dari Kulit Kacang Mete (Anacardium occidentale) Menghambat Proliferasi dan Migrasi Sel Kanker Payudara Triple-Negatif

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    Lini sel MDA-MB-231, MCF-7, dan MCF-10A dengan tiga kali replikasi
    Dosis/Durasi:
    Asam anakardat 5–40 µM selama 24–72 jam
    Temuan:
    Asam anakardat menginduksi apoptosis dan menghentikan siklus sel pada fase G1 pada sel MDA-MB-231 secara signifikan. Efek ini selektif terhadap sel kanker tanpa sitotoksisitas bermakna pada sel normal MCF-10A.
  7. Efek Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale) terhadap Bakteri Resisten Antibiotik: ESBL Escherichia coli dan MRSA

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vitro)
    Sampel:
    4 isolat klinis: 2 ESBL Escherichia coli dan 2 Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 3,125; 6,25; 12,5; 25; dan 50 mg/mL, diinkubasi selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak daun A. occidentale menunjukkan aktivitas antibakteri dengan zona hambat 14–18 mm terhadap MRSA dan ESBL E. coli. Konsentrasi hambat minimum berkisar 6,25–12,5 mg/mL dan bersifat bakterisidal.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Jambu Mete dan Anemia

    Penilitian Jambu Mete (Anacardium occidentale) untuk Anemia:
    • Pengaruh Pemberian Jus Buah Semu Jambu Mete terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri dengan Anemia Defisiensi Besi
    • Efektivitas Ekstrak Daun Anacardium occidentale dalam Meningkatkan Eritrosit dan Hemoglobin pada Tikus Model Anemia
    • Meta-Analisis Konsumsi Kacang Mete (Anacardium occidentale) terhadap Risiko Anemia pada Populasi Dewasa

Cari: