Advertisement
Tumbuh subur di daerah perairan dangkal, rawa-rawa, pinggiran sungai, atau kolam yang tenang. Tanaman ini suka tempat yang basah dan berlumpur. Karakteristik/ciri-ciri Bur Reed Rhizome / San Leng (Sparganium stoloniferum):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Memiliki rimpang (rhizoma) yang menjalar di bawah tanah, bentuknya agak keras, berdaging, dan bercabang. |
| Batang | Batang tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai 50-100 cm, bentuknya bulat dan tidak bercabang. |
| Daun | Daun berbentuk pita panjang, kaku, dan melengkung dengan ujung yang meruncing. Bagian pangkal daun biasanya memeluk batang. |
| Bunga | Bunganya unik, berbentuk bulat seperti bola kecil (kepala) yang tersusun dalam rangkaian tandan. Ada bunga jantan di bagian atas dan bunga betina di bagian bawah. |
| Buah | Buahnya berbentuk seperti buah batu (drupe) kecil yang kering dan memiliki duri atau ujung yang runcing saat sudah matang. |
Bur Reed Rhizome, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai San Leng (Sparganium stoloniferum), adalah herbal yang sering digunakan untuk melancarkan sirkulasi darah, menghilangkan stasis darah, dan meredakan nyeri. Meskipun memiliki manfaat terapeutik dalam sistem pengobatan tradisional, penggunaan herbal ini, terutama jika tidak tepat, dapat menimbulkan berbagai efek samping yang signifikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan berkaitan dengan sistem pencernaan, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan diare akibat sifatnya yang kuat dalam mengiritasi mukosa gastrointestinal. Selain itu, karena efek farmakologis utamanya adalah sebagai antikoagulan dan pemecah stasis darah, penggunaan San Leng dapat meningkatkan risiko perdarahan, termasuk perdarahan menstruasi yang berlebihan (menoragia), memar yang mudah, atau perdarahan spontan pada individu yang sensitif.