Advertisement
Tanaman ini berasal dari wilayah tropis dan subtropis di Asia, terutama populer di China dan Jepang. Mereka paling suka tumbuh di area yang hangat dengan sinar matahari penuh, tanah yang subur, serta sistem drainase yang baik karena sangat tidak suka 'kaki basah' atau tanah yang tergenang air. Karakteristik/ciri-ciri Buddha's Hand Citron (Citrus medica var. sarcodactylis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Pohon | Pohon perdu atau semak yang cenderung berukuran kecil hingga sedang dengan cabang-cabang yang agak berduri. |
| Daun | Berwarna hijau cerah, bentuknya lonjong memanjang dengan pinggiran yang sedikit bergerigi, dan punya aroma wangi khas jeruk saat diremas. |
| Bunga | Kelopak bunga berwarna putih dengan semburat ungu di bagian luar, biasanya tumbuh bergerombol dan mengeluarkan aroma sangat harum. |
| Buah | Ini bagian paling ikoniknya: buahnya terbelah-belah menyerupai jari tangan manusia yang sedang merapat atau terbuka. Warnanya kuning terang saat matang. |
| Kulit Buah | Sangat tebal dan aromatik, hampir seluruh bagian buah terdiri dari albedo (bagian putih yang empuk) karena daging buah aslinya sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. |
| Biji | Sangat jarang ditemukan biji di dalam buahnya, atau bahkan tidak berbiji sama sekali. |
Buddha's Hand Citron (Citrus medica var. sarcodactylis) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebagai makanan atau bumbu. Namun, seperti buah jeruk lainnya, kandungan asam sitrat dan senyawa aktif di dalamnya dapat menimbulkan efek samping tertentu, terutama pada individu yang sensitif. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan iritasi lambung, mulas, atau memperparah gejala pada penderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD) karena sifat keasamannya yang tinggi. Selain itu, kandungan minyak atsiri pada kulit buahnya dapat memicu dermatitis kontak atau iritasi kulit pada beberapa orang yang melakukan kontak langsung saat pengolahan.