Kasifikasi ilmiah Anamu (Petiveria alliacea)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Caryophyllidae |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Petiveriaceae |
| Subfamili: | Petiverioideae |
| Tribus: | Petiverieae |
| Genus: | Petiveria |
| Spesies: | Petiveria alliacea |
Petiveria alliacea, atau yang sering dikenal sebagai tanaman 'gigi asu', adalah semak tropis yang punya ciri khas unik, yaitu aroma bawang putih yang sangat tajam pada bagian akarnya. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di semak-semak dan sering dianggap sebagai gulma, padahal di balik baunya yang menyengat, tanaman ini punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional masyarakat Amerika Latin.
Tanaman ini punya bunga kecil berwarna putih atau kehijauan yang tersusun dalam untaian panjang. Karena kandungan kimianya yang unik, Petiveria alliacea banyak diteliti manfaatnya, mulai dari sifat anti-inflamasi hingga potensi antibakterinya. Meski terlihat sederhana, tanaman ini cukup tangguh dan bisa beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan yang lembap.
Advertisement