Dalam klasifikasi ilmiah, jamur sempat dikelompokkan ke dalam dunia tumbuhan, namun sekarang ditempatkan dalam kerajaan tersendiri yaitu Fungi. Tumbuhan dan jamur memiliki perbedaan mendasar; jika tumbuhan menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis, jamur justru memperoleh nutrisi dengan menyerap zat organik dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, jamur tidak termasuk dalam kelompok tumbuhan sejati karena dinding selnya tersusun dari zat kitin, bukan selulosa seperti pada tumbuhan.
Secara taksonomi, jamur dikategorikan ke dalam kelompok besar yang disebut infrakerajaan Fungorum atau Dikarya bagi kelompok jamur tingkat tinggi. Pengelompokan ini didasarkan pada cara mereka bereproduksi, yaitu menggunakan spora, serta struktur tubuhnya yang terdiri dari benang-benang halus bernama hifa. Dengan karakteristik unik ini, jamur menempati posisi penting dalam ekosistem sebagai pengurai yang membantu membusukkan materi organik agar kembali menjadi nutrisi bagi tanah.
Kasifikasi ilmiah Infrakerajaan (Fungorum)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Fungi |
| Subkerajaan: | Dikarya |
| Infrakerajaan: | Fungorum |
Superdivisi pada Infrakerajaan (Fungorum):
Advertisement