Secara klasifikasi ilmiah, genus Cynomorium termasuk ke dalam keluarga Cynomoriaceae dan berada di bawah ordo Saxifragales. Tumbuhan ini merupakan tanaman parasit yang tidak memiliki klorofil, sehingga ia tidak bisa berfotosintesis dan harus menyerap nutrisi dari akar tanaman inang di sekitarnya. Tampilannya yang unik, dengan batang berdaging berwarna merah gelap atau cokelat, sering kali membuatnya disalahpahami sebagai jamur, padahal ia adalah tumbuhan berbunga sejati.
Dalam dunia botani, genus ini hanya terdiri dari dua spesies utama yang diakui, yaitu Cynomorium coccineum yang tersebar di wilayah Mediterania hingga Asia Tengah, dan Cynomorium songaricum yang banyak ditemukan di kawasan gurun Asia Timur. Karena sifatnya yang bergantung pada inang, tumbuhan ini biasanya tumbuh di lingkungan tanah berpasir atau berbatu yang cukup ekstrem. Meski dikenal dalam pengobatan tradisional, klasifikasi taksonomi genus ini sempat mengalami perdebatan panjang sebelum akhirnya ditempatkan secara stabil dalam kelompok Saxifragales berdasarkan analisis genetik modern.
Kasifikasi ilmiah Genus (Cynomorium)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Saxifragales |
| Famili: | Cynomoriaceae |
| Subfamili: | Tidak tersedia |
| Genus: | Cynomorium |
Spesies pada Genus (Cynomorium):
Advertisement