Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Studi sistematik penggunaan tradisional, fitokimia, dan aktivitas farmakologi Curcuma zedoaria

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 artikel penelitian dari PubMed, Scopus, dan Web of Science
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi tinjauan)
    Temuan:
    Curcuma zedoaria mengandung senyawa kurkuminoid, terpenoid, serta minyak atsiri yang berperan sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antikanker. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa tanaman ini berpotensi dikembangkan sebagai agen terapi penyakit degeneratif.
  2. Efek suplementasi ekstrak Curcuma zedoaria terhadap penanda inflamasi pada pasien sindrom metabolik: uji acak terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    64 pasien sindrom metabolik berusia 25–60 tahun, dipilih secara acak
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kering Curcuma zedoaria per hari, dibagi dua kali pemberian selama 8 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Curcuma zedoaria selama delapan minggu secara signifikan menurunkan kadar interleukin-6 dan protein C-reaktif dibandingkan plasebo. Hal ini menunjukkan potensi kunyit putih sebagai terapi tambahan untuk mengurangi inflamasi kronis pada sindrom metabolik.
  3. Meta-analisis aktivitas antiproliferatif ekstrak Curcuma zedoaria terhadap berbagai garis sel tumor

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 studi eksperimental in vitro yang melibatkan garis sel MCF-7, A549, HepG2, dan HCT116
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (meta-analisis); rentang dosis pada studi in vitro adalah 25–200 µg/mL
    Temuan:
    Ekstrak Curcuma zedoaria secara konsisten menghambat proliferasi berbagai sel kanker melalui induksi apoptosis dan penangkapan siklus sel. Efek antiproliferatif paling kuat ditemukan pada dosis sedang hingga tinggi tanpa toksisitas signifikan pada sel normal.
  4. Efek antiproliferatif dan apoptosis ekstrak rimpang Curcuma zedoaria pada sel kanker payudara MCF-7

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Garis sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak etanol 10–100 µg/mL selama 24, 48, dan 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak rimpang kunyit putih menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria. Ekspresi Bcl-2 menurun sedangkan ekspresi kaspase-3 dan kaspase-9 meningkat.
  5. Aktivitas hepatoprotektif ekstrak etanol Curcuma zedoaria terhadap kerusakan hati yang diinduksi karbon tetraklorida pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kg berat badan per hari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Curcuma zedoaria menurunkan kadar ALT, AST, dan malondialdehid secara signifikan pada tikus yang diinduksi CCl4. Histologi hati menunjukkan perbaikan nekrosis dan infiltrasi sel inflamasi.
  6. Aktivitas antihiperglikemik ekstrak Curcuma zedoaria pada model tikus diabetes tipe 2

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    28 tikus Sprague-Dawley diabetes tipe 2 yang diinduksi diet tinggi lemak dan streptozotocin dosis rendah
    Dosis/Durasi:
    150 dan 300 mg/kg berat badan per hari selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak Curcuma zedoaria menurunkan kadar glukosa darah puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Terapi ini juga memperbaiki profil lipid dan mengurangi stres oksidatif pankreas.
  7. Minyak atsiri Curcuma zedoaria menghambat produksi nitrit oksida dan sitokin proinflamasi pada makrofag RAW 264.7 yang distimulasi lipopolisakarida

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi LPS
    Dosis/Durasi:
    Minyak atsiri pada konsentrasi 1–50 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri Curcuma zedoaria menurunkan produksi nitrit oksida serta menekan ekspresi TNF-α dan IL-6 melalui penghambatan aktivasi NF-κB. Hal ini menunjukkan potensi antiinflamasi yang kuat pada tingkat seluler.
  8. Efektivitas ekstrak Curcuma zedoaria dalam mengurangi nyeri dan kekakuan sendi pada pasien osteoartritis lutut: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien osteoartritis lutut derajat 2–3, usia 40–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    600 mg ekstrak Curcuma zedoaria per hari, dibagi dua kapsul, selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak Curcuma zedoaria dalam 12 minggu secara signifikan menurunkan skor nyeri WOMAC dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama masa penelitian.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Kunyit Putih dan Maag

    Penilitian Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) untuk Maag:
    • Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) terhadap Ulkus Lambung yang Diinduksi Etanol pada Tikus
    • Aktivitas Anti-Helicobacter pylori Minyak Atsiri Curcuma zedoaria dan Senyawa Utamanya
    • Spesies Curcuma untuk Gangguan Lambung: Sebuah Tinjauan Sistematis

Cari: