Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis Summer Savory (Satureja hortensis L.)

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    44 artikel peer-reviewed dari Scopus, PubMed, dan Web of Science (terbitan 2000–2023)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (systematic review).
    Temuan:
    Tinjauan ini menegaskan bahwa S. hortensis kaya akan senyawa fenolik dan monoterpen, terutama karvakrol dan timol, yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antimikroba. Sebagian besar bukti masih berasal dari studi preklinis sehingga uji klinis lebih lanjut diperlukan.
  2. Karakterisasi Minyak Atsiri Satureja hortensis dari Dataran Tinggi serta Aktivitas Antioksidan dan Antibakterinya

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri dari herba berbunga S. hortensis yang dikumpulkan dari dua lokasi budidaya di Iran
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–5 mg/mL dalam uji mikrodilusi; inkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.
    Temuan:
    Profil minyak didominasi oleh karvakrol (42,1–48,7%) dan timol (17,5–24,2%) dengan aktivitas antioksidan IC50 berkisar 18–30 µg/mL. Minyak atsiri menunjukkan penghambatan kuat terhadap Salmonella enterica dan Listeria monocytogenes pada konsentrasi rendah.
  3. Pengaruh Suplementasi Minyak Atsiri Summer Savory terhadap Kesehatan Usus dan Performa Ayam Broiler

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (rancangan acak lengkap)
    Sampel:
    280 ekor ayam broiler jantan Ross 308, umur 1–42 hari, dibagi dalam 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Minyak atsiri ditambahkan ke pakan pada dosis 0, 100, 200, dan 400 ppm selama 42 hari.
    Temuan:
    Suplementasi 200 ppm minyak atsiri meningkatkan bobot akhir dan tinggi vili usus serta menurunkan jumlah Escherichia coli di usus. Kadar kolesterol darah juga lebih rendah pada kelompok yang mendapat minyak atsiri.
  4. Pelapis Nanoemulsi Minyak Atsiri Satureja hortensis Mempertahankan Kualitas Fillet Ikan Nila Selama Penyimpanan Dingin

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (pengawetan pangan)
    Sampel:
    Fillet ikan nila (Oreochromis niloticus) yang diperlakukan dengan pelapis nanoemulsi dan disimpan pada suhu 4°C selama 12 hari
    Dosis/Durasi:
    Edible coating sodium alginat mengandung nanoemulsi minyak atsiri 1% dan 2%; penyimpanan pada suhu 4°C selama 12 hari.
    Temuan:
    Pelapis nanoemulsi 1% menekan pertumbuhan bakteri psikrotrof dan mengurangi pembentukan senyawa volatil basa serta malondialdehida. Umur simpan fillet diperpanjang dari 6 hari menjadi 10 hari tanpa mengubah penampakan fisik secara bermakna.
  5. Aktivitas Apoptosis Minyak Atsiri Satureja hortensis pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 (adenokarsinoma payudara manusia) dan sel fibroblas normal L929
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–100 µg/mL; viabilitas diamati pada 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan IC50 32,4 µg/mL setelah 48 jam. Peningkatan ekspresi kaspase-9 dan kaspase-3 menunjukkan kematian sel melalui jalur apoptosis mitokondria.
  6. Ekstrak Satureja hortensis Memperbaiki Kadar Glukosa Darah dan Sensitivitas Insulin pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    60 ekor tikus Wistar jantan yang diinduksi diet tinggi lemak dan streptozotosin dosis rendah
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kg sekali sehari selama 28 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak hidroalkoholik dosis 300 mg/kg menurunkan glukosa darah puasa sebesar 42% dan memperbaiki resistansi insulin dibandingkan kontrol. Ekstrak juga menghambat aktivitas α-glukosidase secara signifikan.
  7. Uji Klinis Acak Tersamar Ganda: Ekstrak Satureja hortensis terhadap Nyeri Dismenore Primer pada Wanita Muda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 wanita usia 18–25 tahun dengan dismenore primer; 40 mendapat ekstrak dan 40 mendapat plasebo
    Dosis/Durasi:
    Kapsul 300 mg ekstrak hidroalkoholik S. hortensis tiga kali sehari selama 3 hari per siklus menstruasi, diberikan pada tiga siklus berturut-turut.
    Temuan:
    Skor nyeri dan kebutuhan analgesik menurun secara bermakna pada kelompok ekstrak dibandingkan plasebo setelah tiga siklus menstruasi. Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kejadian efek samping antara kedua kelompok.
  8. Sintesis Hijau Nanopartikel Perak Berbasis Ekstrak Satureja hortensis serta Aktivitas Antibakteri dan Sitotoksiknya

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (nanomedicine)
    Sampel:
    Ekstrak air S. hortensis sebagai agen pereduksi dan penstabil; AgNO3 1 mM sebagai prekursor; nanopartikel dikarakterisasi dengan XRD, SEM-EDX, dan FTIR
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi nanopartikel 6,25–100 µg/mL; uji antimikroba dan MTT dilakukan selama 24 jam.
    Temuan:
    Nanopartikel perak berbentuk bulat berukuran 15–35 nm terbentuk dalam waktu 30 menit. Nanopartikel menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus serta efek sitotoksik sedang pada sel HCT-116.

Advertisement


Cari: