Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-Analisis Efek Suplementasi Dracaena spp. terhadap Profil Lipid dan Toleransi Glukosa pada Model Hewan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi hewan dengan total 312 tikus percobaan yang diberi ekstrak atau saponin dari berbagai spesies Dracaena termasuk Dracaena angustifolia.
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis ekstrak 250 mg/kg BB/hari selama 4-8 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Dracaena spp. secara signifikan menurunkan kolesterol total dan trigliserida, serta memperbaiki toleransi glukosa. Efek ini paling jelas terlihat pada dosis ekstrak sekitar 250 mg/kg BB per oral. Hasil masih memerlukan konfirmasi pada uji klinis manusia.
  2. Ekstraksi dan Karakterisasi Klorofil Daun Suji (Dracaena angustifolia) sebagai Pewarna Alami serta Aktivitas Antioksidannya

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Daun suji segar yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol 70%, etil asetat, dan aseton; pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10-500 µg/mL diinkubasi selama 30 menit untuk uji DPPH; tidak menggunakan dosis hewan.
    Temuan:
    Ekstrak daun suji mengandung total klorofil yang tinggi dan memiliki aktivitas antioksidan sedang hingga kuat. Ekstraksi menggunakan pelarut etanol 70% menghasilkan kadar fenolik dan aktivitas penangkal radikal bebas paling baik dibandingkan pelarut lainnya.
  3. Aktivitas Antibakteri Nanopartikel Perak Hasil Sintesis Hijau Menggunakan Ekstrak Daun Dracaena angustifolia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Nanopartikel perak yang disintesis dengan ekstrak daun Dracaena angustifolia dan AgNO3 1 mM; diuji terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
    Dosis/Durasi:
    Perbandingan ekstrak:AgNO3 = 1:9, suhu 27°C selama 24 jam; konsentrasi nanopartikel 25-100 µg/mL.
    Temuan:
    Nanopartikel perak hasil sintesis hijau menunjukkan zona hambat terukur terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Aktivitas antibakteri lebih kuat terhadap S. aureus dibandingkan E. coli.
  4. Saponin Steroid dari Dracaena angustifolia dan Aktivitas Sitotoksiknya terhadap Sel Kanker

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Fraksi bioaktif dari daun Dracaena angustifolia; uji sitotoksisitas pada sel MCF-7 dan HepG2 serta sel normal HEK293.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi senyawa 0,1-100 µg/mL; waktu paparan 48 jam.
    Temuan:
    Saponin steroid yang diisolasi dari Dracaena angustifolia memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dan HepG2 dengan nilai IC50 yang moderat. Senyawa ini juga relatif lebih selektif terhadap sel normal.
  5. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Dracaena angustifolia pada Model Artritis Tikus Wistar

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dibagi dalam 5 kelompok; artritis diinduksi dengan Complete Freund's Adjuvant (CFA).
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 200 dan 400 mg/kg BB/hari diberikan secara oral selama 21 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun Dracaena angustifolia dosis 200 dan 400 mg/kg BB menurunkan edema kaki dan kadar TNF-α secara signifikan. Dosis 400 mg/kg BB menunjukkan efek sebanding dengan natrium diklofenak.
  6. Potensi Antidiabetes Ekstrak Daun Dracaena angustifolia pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    48 tikus Sprague-Dawley jantan diinduksi streptozotocin; dibagi dalam 6 kelompok perlakuan dan kontrol.
    Dosis/Durasi:
    Dosis 150, 300, dan 450 mg/kg BB/hari secara oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak daun Dracaena angustifolia dosis 300 mg/kg BB selama 28 hari menurunkan glukosa darah puasa sekitar 34% dan meningkatkan sensitivitas insulin. Aktivitas antidiabetes diduga berkaitan dengan penghambatan aktivitas α-glukosidase.
  7. Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Krim Antioksidan Mengandung Ekstrak Daun Suji (Dracaena angustifolia)

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi formulasi kosmetik
    Sampel:
    Krim berbasis minyak dalam air yang mengandung ekstrak daun Dracaena angustifolia pada konsentrasi 1%, 2%, dan 3%; diuji stabilitas fisik dan iritasi menggunakan hewan uji kelinci.
    Dosis/Durasi:
    Penggunaan topikal pada area kulit 2-3 cm² sekali sehari selama 4 minggu pada uji iritasi.
    Temuan:
    Krim dengan ekstrak 2% memiliki stabilitas fisik yang baik selama penyimpanan 8 minggu dan menunjukkan aktivitas antioksidan dengan IC50 62,4 µg/mL. Formula pada konsentrasi tersebut tidak menimbulkan iritasi kulit.

Advertisement


Cari: