Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antiinflamasi dan Antioksidan Ekstrak Zanthoxylum piperitum pada Makrofag RAW264.7 yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW264.7
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 50, dan 100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi nitrit oksida dan prostaglandin E2, serta menghambat ekspresi iNOS dan COX-2. Efek antiinflamasi dimediasi melalui penekanan jalur NF-κB dan MAPK.
  2. Efek Neuroprotektif Ekstrak Zanthoxylum piperitum terhadap Gangguan Kognitif Akibat Skopolamin pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 ekor mencit ICR jantan, 8–10 minggu, dibagi menjadi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 50 dan 100 mg/kg selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak memperbaiki memori spasial dan non-spasial pada mencit yang mengalami gangguan kognitif. Ekstrak meningkatkan kadar BDNF di hipokampus dan menurunkan aktivitas asetilkolinesterase.
  3. Efek Anti-Obesitas Ekstrak Buah Zanthoxylum piperitum pada Mencit yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (RCT hewan)
    Sampel:
    60 ekor mencit C57BL/6 jantan, dibagi menjadi 6 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 100 dan 200 mg/kg selama 12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan berat badan, massa lemak, serta kadar glukosa dan insulin puasa. Mekanisme kerjanya melibatkan aktivasi AMPK dan penekanan ekspresi gen lipogenesis di hati dan jaringan adiposa.
  4. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Zanthoxylum piperitum terhadap Patogen Tular Pangan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Isolat bakteri Escherichia coli, Salmonella Typhimurium, Staphylococcus aureus, dan Listeria monocytogenes
    Dosis/Durasi:
    Nilai MIC berkisar 0,25–1 mg/mL dengan waktu kontak 1–6 jam.
    Temuan:
    Minyak atsiri menunjukkan aktivitas antibakteri spektrum luas terhadap patogen tular pangan. Aktivitas antibakteri terjadi melalui kerusakan membran sel dan kebocoran asam nukleat.
  5. Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologis Zanthoxylum piperitum

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    35 artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi tinjauan pustaka).
    Temuan:
    Tinjauan ini mengonfirmasi aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, anti-obesitas, dan neuroprotektif dari Zanthoxylum piperitum. Senyawa utama seperti sanshool, quercetin, dan hesperetin berkontribusi terhadap berbagai efek farmakologis tersebut.
  6. Aktivitas Antikanker Ekstrak Zanthoxylum piperitum pada Sel Kanker Kolorektal

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel kanker kolorektal HCT116 dan SW480
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25, 50, 100, dan 200 µg/mL selama 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menghambat proliferasi sel kanker kolorektal dan menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria. Terjadi peningkatan rasio Bax/Bcl-2 serta aktivasi kaspase-3 dan kaspase-9.

Advertisement


Cari: