Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Peran Zerumbone dalam Menghambat Peradangan: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi praklinis (in vitro dan hewan) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi: 10–100 mg/kgBB/hari per oral selama 7–28 hari; konsentrasi 1–30 µM pada kultur sel.
    Temuan:
    Zerumbone secara konsisten menurunkan kadar TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui penghambatan jalur NF-κB dan MAPK pada berbagai model peradangan. Tidak ditemukan efek toksik yang signifikan pada rentang dosis yang diuji.
  2. Aktivitas Antikanker Zerumbone terhadap Sel Kanker Payudara Triple-Negatif

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MDA-MB-231 dan MCF-7 (kanker payudara manusia) yang diberi zerumbone 0–40 µM
    Dosis/Durasi:
    IC50 sekitar 12,5 µM; inkubasi 24–72 jam.
    Temuan:
    Zerumbone menghambat proliferasi dan migrasi sel MDA-MB-231 serta memicu apoptosis melalui peningkatan Bax dan penurunan Bcl-2. Efek ini lebih kuat pada sel triple-negatif dibandingkan sel MCF-7.
  3. Ekstrak Rimpang Lempuyang Memperbaiki Dislipidemia dan Resistensi Insulin pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin-nikotinamid, dibagi dalam 4 kelompok (n=8)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 300 mg/kgBB per oral selama 42 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol rimpang Zingiber zerumbet 300 mg/kgBB selama 6 minggu menurunkan glukosa darah puasa serta memperbaiki profil lipid dan HOMA-IR. Ekstrak juga meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi perlemakan hati.
  4. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Lempuyang terhadap Staphylococcus aureus dan MRSA

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    S. aureus ATCC 25923 dan MRSA ATCC 43300, diuji dengan metode dilusi mikrobroth
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,1–2,0% (v/v); inkubasi 24 jam pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Minyak atsiri rimpang Zingiber zerumbet menghambat pertumbuhan S. aureus dan MRSA dengan KHM 0,5% dan 1,0% (v/v). Aktivitas antibakteri tersebut terutama berasal dari kandungan zerumbone yang merusak membran sel bakteri.
  5. Zerumbone Menghambat Respons Inflamasi pada Cedera Paru Akut melalui Jalur TLR4/NF-κB

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tikus C57BL/6 jantan (n=10 per kelompok) yang diinduksi lipopolisakarida intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    20 mg/kgBB intravena 1 jam sebelum induksi LPS; pengamatan pada 24 jam.
    Temuan:
    Pemberian zerumbone 20 mg/kgBB mengurangi infiltrasi neutrofil dan permeabilitas pembuluh darah paru pada cedera paru akut. Ekspresi TLR4 dan fosforilasi NF-κB p65 menurun signifikan dibandingkan kelompok LPS.
  6. Studi In Silico Zerumbone sebagai Inhibitor Protease Utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi komputasi in silico
    Sampel:
    Struktur kristal protease utama (Mpro) SARS-CoV-2 (PDB ID: 6LU7) dan ligan zerumbone; simulasi dinamika molekul 100 ns
    Dosis/Durasi:
    Tidak relevan (studi komputasi).
    Temuan:
    Zerumbone memiliki afinitas pengikatan -7,8 kkal/mol terhadap Mpro SARS-CoV-2 dan membentuk ikatan hidrogen dengan residu katalitik His41 serta Cys145. Simulasi dinamika molekul menunjukkan kompleks ligan-protein tetap stabil selama 100 ns.
  7. Efek Perlindungan Zerumbone terhadap Fibrosis Hati Akibat Diet Tinggi Lemak dan CCl4 pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan yang diberi diet tinggi lemak dan CCl4, dibagi dalam 6 kelompok (n=6)
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kgBB per oral dua kali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Zerumbone dosis 50 mg/kgBB menurunkan ALT, AST, dan skor fibrosis hati serta menghambat aktivasi sel stelat hati melalui regulasi TGF-β/Smad3. Temuan histopatologi menunjukkan penurunan degenerasi dan fibrosis.
  8. Potensi Gel Ekstrak Zingiber zerumbet dalam Mempercepat Penyembuhan Luka pada Tikus Wistar

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan dengan luka eksisi full-thickness; tiga kelompok perlakuan (n=8)
    Dosis/Durasi:
    Gel ekstrak 2,5% dan 5% dioleskan sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Gel ekstrak etanol Zingiber zerumbet 5% mempercepat penutupan luka, meningkatkan kepadatan kolagen, dan ekspresi TGF-β1 dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan kontaminasi bakteri atau tanda toksisitas lokal selama 14 hari perlakuan.

Advertisement


Cari: