Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan Keamanan Ekstrak Serenoa repens pada Gejala Saluran Kemih Bawah akibat Benign Prostatic Hyperplasia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji acak terkontrol, 3.076 pria dengan BPH simptomatik
    Dosis/Durasi:
    320 mg ekstrak liposterolik/hari selama 8–72 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan ekstrak Serenoa repens memperbaiki skor IPSS, tetapi perbaikannya tidak mencapai perbedaan klinis minimal dibandingkan plasebo. Profil efek sampingnya serupa dengan plasebo dan tidak ditemukan masalah keamanan yang signifikan.
  2. Efikasi Kombinasi Ekstrak Serenoa repens dan Urtica dioica untuk Benign Prostatic Hyperplasia: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak, 1.342 pria dengan LUTS/BPH
    Dosis/Durasi:
    320 mg Serenoa repens + 120 mg Urtica dioica per hari selama 12–24 minggu
    Temuan:
    Kombinasi Serenoa repens dan Urtica dioica secara signifikan menurunkan skor IPSS dan volume residu urine dibandingkan plasebo. Kombinasi ini juga menunjukkan peningkatan laju aliran urine puncak yang lebih baik daripada monoterapi Serenoa repens.
  3. Perbandingan Ekstrak Heksana Serenoa repens 320 mg dengan Tamsulosin 0,4 mg pada Pria dengan LUTS Sedang-Berat: Uji Acak Terkontrol Multisenter

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol
    Sampel:
    334 pria berusia ≥50 tahun, skor IPSS ≥13, Qmax 5–15 mL/detik
    Dosis/Durasi:
    Serenoa repens 320 mg sekali sehari atau tamsulosin 0,4 mg sekali sehari selama 24 minggu
    Temuan:
    Setelah 24 minggu, Serenoa repens tidak kalah dibandingkan tamsulosin dalam menurunkan skor IPSS dan meningkatkan Qmax. Insiden ejakulasi retrograd dan pusing lebih rendah pada kelompok Serenoa repens.
  4. Efek Kombinasi Serenoa repens, Selenium, dan Likopen terhadap Progresi Benign Prostatic Hyperplasia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkontrol
    Sampel:
    225 pria dengan BPH tahap awal dan PSA <4 ng/mL
    Dosis/Durasi:
    Serenoa repens 320 mg + selenium 50 μg + likopen 5 mg per hari selama 24 bulan
    Temuan:
    Suplementasi kombinasi selama 24 bulan memperlambat peningkatan volume prostat dan menurunkan proporsi pasien yang membutuhkan terapi tambahan alfa-blocker. Kombinasi ini juga memperbaiki kualitas hidup terkait gejala saluran kemih bawah.
  5. Tinjauan Sistematis Penggunaan Ekstrak Liposterolik Serenoa repens pada Pasien dengan Benign Prostatic Hyperplasia

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Tinjauan Sistematis
    Sampel:
    14 studi, total 4.820 pasien, terdiri atas RCT dan studi observasional
    Dosis/Durasi:
    320 mg per hari, durasi bervariasi hingga 120 bulan
    Temuan:
    Bukti jangka panjang hingga 10 tahun menunjukkan ekstrak liposterolik Serenoa repens memperbaiki gejala LUTS dan tidak memengaruhi kadar PSA secara klinis. Risiko efek samping ejakulasi dan gangguan endokrin tergolong rendah.
  6. Profil Keamanan Serenoa repens pada Pasien dengan Gangguan Saluran Kemih Bawah: Meta-Analisis Kejadian Efek Samping

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis Keamanan
    Sampel:
    18 uji acak terkontrol, 4.506 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi 160–640 mg per hari, durasi 4–96 minggu
    Temuan:
    Kejadian efek samping total dan efek samping gastrointestinal pada kelompok Serenoa repens tidak berbeda bermakna dengan plasebo. Tidak ditemukan peningkatan risiko gangguan fungsi hati atau interaksi obat yang serius dengan alfa-blocker.
  7. Serenoa repens dan Risiko Disfungsi Ejakulasi pada Pasien Benign Prostatic Hyperplasia: Meta-Analisis Jaringan

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis Jaringan
    Sampel:
    9 uji klinis perbandingan aktif, 1.150 pasien
    Dosis/Durasi:
    Serenoa repens 320 mg per hari dibandingkan dengan alfa-blocker selama 12–24 minggu
    Temuan:
    Dibandingkan tamsulosin dan silodosin, Serenoa repens memiliki risiko disfungsi ejakulasi paling rendah dengan efek perbaikan IPSS yang moderat. Hal ini menjadikan Serenoa repens pilihan yang baik pada pasien yang ingin mempertahankan fungsi ejakulasi.

Advertisement


Cari: