Kasifikasi ilmiah Sambang Getih (Excoecaria bicolor)
Author: Hassk.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malpighiales |
| Famili: | Euphorbiaceae |
| Subfamili: | Euphorbioideae |
| Tribus: | Hippomaneae |
| Genus: | Excoecaria |
| Spesies: | Excoecaria bicolor |
Excoecaria bicolor, atau yang sering dikenal sebagai tanaman sambang darah, adalah tanaman hias yang cukup populer karena keunikan warna daunnya yang kontras. Bagian atas daunnya berwarna hijau tua, sementara bagian bawahnya berwarna merah marun pekat, memberikan kesan estetik yang menarik saat tertiup angin. Tanaman ini sering ditemukan di halaman rumah atau taman karena perawatannya yang relatif mudah dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan lingkungan tropis.
Selain keindahannya, tanaman ini punya karakteristik khas yakni getah putih yang keluar jika batangnya dipatahkan. Perlu hati-hati, karena getah tersebut bersifat racun dan bisa menyebabkan iritasi pada kulit atau mata. Di balik sifatnya yang agak 'galak' bagi kulit, sambang darah juga kerap digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi masalah kewanitaan atau luka tertentu, namun penggunaannya tetap harus dalam pengawasan ahli.
Advertisement