Kasifikasi ilmiah Saffron (Crocus sativus)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Asparagales |
| Famili: | Iridaceae |
| Subfamili: | Crocoideae |
| Tribus: | Irideae |
| Genus: | Crocus |
| Spesies: | Crocus sativus |
Siapa sangka tanaman secantik Crocus sativus ini adalah sumber dari rempah termahal di dunia, yaitu safron? Bunga yang punya kelopak berwarna ungu memikat dengan putik berwarna merah terang ini memang bukan tanaman sembarangan, karena untuk mendapatkan satu kilogram safron saja, dibutuhkan ribuan bunga yang dipetik dengan tangan secara hati-hati.
Tanaman ini tumbuh subur di iklim yang agak kering dan biasanya mekar saat musim gugur. Selain aromanya yang khas dan kemampuannya memberi warna kuning emas pada masakan, safron juga sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional maupun industri kecantikan karena kandungan antioksidannya yang tinggi.
Advertisement