Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh ekstrak terstandar Labisia pumila terhadap gejala menopause dan kualitas hidup wanita pascamenopause

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkendali (RCT)
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause berusia 45–60 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak terstandar selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Labisia pumila secara signifikan menurunkan gejala menopause, terutama hot flush dan gangguan tidur. Kualitas hidup terkait gejala menopause juga membaik dibandingkan kelompok plasebo.
  2. Tinjauan sistematis dan meta-analisis efikasi Labisia pumila terhadap kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak terkontrol dengan total 680 wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 300–700 mg/hari selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Labisia pumila menunjukkan efek positif dalam memperlambat penurunan kepadatan mineral tulang tulang punggung bawah. Namun, heterogenitas antar studi tergolong cukup tinggi sehingga diperlukan uji dengan durasi lebih panjang.
  3. Efek Labisia pumila terhadap fungsi seksual wanita pascamenopause: Studi double-blind acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Klinis Acak Terkendali (RCT)
    Sampel:
    46 wanita pascamenopause dengan skor Female Sexual Function Index (FSFI) rendah
    Dosis/Durasi:
    350 mg/hari ekstrak air Labisia pumila selama 16 minggu
    Temuan:
    Kelompok intervensi mengalami peningkatan skor gairah dan kepuasan seksual dibandingkan kelompok plasebo. Perbaikan fungsi seksual terjadi tanpa perubahan signifikan pada kadar estradiol serum.
  4. Efek proteksi ekstrak Labisia pumila terhadap osteoporosis pada tikus yang diovariektomi

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental Pra-Klinis
    Sampel:
    30 tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi dan 10 tikus kontrol
    Dosis/Durasi:
    250–400 mg/kg berat badan per oral selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Labisia pumila mengurangi resorpsi tulang dan meningkatkan ketebalan trabekula tulang femur. Efek ini diduga melalui mekanisme stimulasi osteoblas dan penghambatan osteoklas.
  5. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ekstrak daun Labisia pumila secara in vitro

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Sel RAW 264.7 dan kultur sel fibroblas manusia
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 6,25–100 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak etil asetat Labisia pumila menunjukkan aktivitas penangkapan radikal DPPH yang tinggi dan menurunkan produksi sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-6. Senyawa fenolik dan flavonoid diduga berperan dalam efek antioksidan dan antiinflamasi.
  6. Ekstrak Labisia pumila memperbaiki profil lipid dan stres oksidatif pada tikus pascamenopause

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental Pra-Klinis
    Sampel:
    24 tikus betina Wistar yang diovariektomi dan diberikan diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg berat badan per oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian Labisia pumila menurunkan kolesterol total dan LDL, serta meningkatkan aktivitas enzim superoksida dismutase. Temuan ini menunjukkan potensi perlindungan kardiovaskular pada kondisi defisiensi estrogen.
  7. Uji keamanan dan toksisitas subkronis ekstrak aqueous Labisia pumila pada tikus

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Toksikologi
    Sampel:
    80 tikus Sprague-Dawley jantan dan betina yang dibagi menjadi empat kelompok dosis
    Dosis/Durasi:
    0, 250, 500, dan 1000 mg/kg berat badan/hari selama 90 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Labisia pumila hingga 1000 mg/kg/hari selama 90 hari tidak menyebabkan kematian, perubahan berat organ, atau kelainan histopatologi yang bermakna. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada parameter hematologi dan biokimia hati-ginjal.

Advertisement


Cari: