Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ruta graveolens L.: Tinjauan Sistematis Aktivitas Farmakologis dan Fitokimia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    35 artikel peer-review yang meliputi studi in vitro, in vivo, dan analisis fitokimia
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku karena studi sistematik
    Temuan:
    Daun inggu mengandung alkaloid, kumarin, dan minyak atsiri yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan sitotoksik. Bukti klinis masih terbatas sehingga keamanan jangka panjang belum dapat disimpulkan.
  2. Aktivitas Antimikroba dan Antioksidan Minyak Atsiri Daun Inggris (Ruta graveolens L.) terhadap Bakteri Multidrug-Resistant

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    30 isolat bakteri multidrug-resistant dari koleksi klinis
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,25–4% v/v; uji difusi dan mikrodilusi selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri daun inggu menunjukkan zona hambat 10–24 mm terhadap isolat MRSA dan ESBL dengan MIC antara 0,5 dan 2% v/v. Aktivitas antibakteri diduga terkait kandungan 2-undekanon dan keton alifatik.
  3. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Inggris pada Mencit Model Kolitis Ulseratif

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    28 mencit BALB/c jantan dewasa dengan berat 20–25 g
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak etanol 400 mg/kg menurunkan indeks kolitis, kadar TNF-α, dan kerusakan mukosa secara signifikan dibandingkan kontrol. Efek antiinflamasi sebanding dengan mesalazine 100 mg/kg.
  4. Pengaruh Pemberian Rutin—Alkaloid Utama Ruta graveolens terhadap Defisit Motorik dan Stres Oksidatif pada Tikus Model Parkinson

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus Sprague-Dawley jantan dengan berat 250–300 g yang diinduksi MPTP
    Dosis/Durasi:
    25 dan 50 mg/kg intraperitoneal selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian rutin 50 mg/kg memperbaiki skor motorik dan mempertahankan neuron dopaminergik di substantia nigra pars kompakta pada tikus MPTP. Kadar malondialdehid menurun dan aktivitas superoksida dismutase meningkat.
  5. Aktivitas Antiproliferatif dan Proapoptosis Ekstrak Ruta graveolens pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel epitel payudara normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    0–200 µg/mL; pengamatan pada 24, 48, dan 72 jam
    Temuan:
    Ekstrak menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan IC50 sebesar 62,5 µg/mL dan meningkatkan apoptosis melalui aktivasi kaspase-3 dan -9. Selektivitas terhadap sel normal MCF-10A ditunjukkan oleh indeks selektivitas lebih dari 3.
  6. Efektivitas Krim Ekstrak Ruta graveolens 5% terhadap Dermatitis Kontak Alergi: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 pasien dermatitis kontak alergi (22 perempuan dan 18 laki-laki)
    Dosis/Durasi:
    Krim 5% dioleskan dua kali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Krim ekstrak 5% menurunkan skor SCORAD dan intensitas pruritus secara signifikan setelah 14 hari dibandingkan plasebo. Tidak terjadi efek samping sistemik atau iritasi berat.
  7. Meta-Analisis Pengaruh Ruta graveolens terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Model Hewan Diabetes Melitus

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi in vivo dengan total 260 hewan diabetes (tikus dan mencit)
    Dosis/Durasi:
    100–500 mg/kg per oral selama 4–8 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah puasa serta perbaikan trigliserida, LDL, dan HDL pada hewan diabetes yang diberi Ruta graveolens. Efek dosis ≥300 mg/kg lebih besar dibandingkan dosis rendah.

Advertisement


Cari: