Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Salvia rosmarinus (rosemary) terhadap profil lipid pada orang dewasa: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi RCT dengan total 610 partisipan dewasa yang mengalami dislipidemia atau sindrom metabolik
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak rosemary 250–1000 mg/hari selama 4–16 minggu
    Temuan:
    Suplementasi rosemary secara signifikan menurunkan trigliserida dan kolesterol LDL, serta meningkatkan HDL. Tidak ditemukan efek signifikan terhadap kolesterol total.
  2. Pengaruh Salvia rosmarinus terhadap kontrol glikemik pada diabetes tipe 2: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi RCT dengan total 480 pasien diabetes tipe 2 atau prediabetes
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak rosemary 500 mg dua kali sehari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Rosemary secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan kontrol. Efek ini diduga melalui aktivitas antioksidan dan penghambatan enzim pencernaan karbohidrat.
  3. Aromaterapi minyak esensial rosemary meningkatkan fungsi kognitif pada dewasa sehat: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 orang dewasa sehat berusia 20–45 tahun (48 wanita, 32 pria)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi minyak esensial rosemary 3% menggunakan diffuser selama 15 menit, dosis tunggal pada saat tes
    Temuan:
    Inhalasi minyak esensial rosemary selama 15 menit meningkatkan skor memori kerja dan kecepatan pemrosesan. Efek signifikan terlihat pada tugas memori jangka pendek dibandingkan plasebo.
  4. Konsumsi teh rosemary mengurangi tekanan darah dan kecemasan pada orang dewasa dengan stres tinggi: uji klinis acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa dengan gejala stres sedang hingga tinggi
    Dosis/Durasi:
    Teh seduhan 2 g daun rosemary kering dalam 250 ml air, 2 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Minum teh rosemary selama 4 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Skor kecemasan juga menurun setelah intervensi dibandingkan kelompok kontrol.
  5. Rosemary (Salvia rosmarinus) sebagai agen anti-kecemasan dan anti-depresi: tinjauan sistematis uji klinis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    10 studi klinis dengan total 512 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Variasi: ekstrak 200–600 mg/hari, teh 1–3 cangkir/hari, atau aromaterapi 5–30 menit selama 2–8 minggu
    Temuan:
    Sebagian besar studi melaporkan penurunan gejala kecemasan setelah pemberian rosemary. Efek antidepresan masih memerlukan uji klinis lebih lanjut karena dosis dan metode pemberian sangat bervariasi.
  6. Efektivitas ekstrak Salvia rosmarinus terhadap nyeri dan fungsi fisik pasien osteoartritis lutut: uji klinis acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 pasien osteoartritis lutut ringan hingga sedang, usia 40–75 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun rosemary 600 mg/hari dalam bentuk kapsul, dibagi 2 kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak rosemary oral mengurangi skor nyeri VAS dan meningkatkan fungsi fisik setelah 8 minggu dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  7. Minyak rosemary untuk alopesia androgenetik: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 uji klinis dengan total 350 pasien alopesia androgenetik
    Dosis/Durasi:
    Minyak rosemary 2–3%, dioleskan 1–2 kali sehari ke kulit kepala selama 4–6 bulan
    Temuan:
    Minyak rosemary topikal meningkatkan kepadatan rambut dan diameter batang rambut, dengan hasil sebanding minoksidil 2–3%. Toleransi kulit kepala lebih baik dan efek samping lebih sedikit dibandingkan minoksidil.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Rosemari dan Pneumonia

    Penilitian Rosemari (Salvia rosmarinus) untuk Pneumonia:

Cari: