Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Suplementasi Buah Mawar Anjing (Rosa canina L.) terhadap Nyeri dan Fungsi Fisik pada Osteoartritis: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 uji klinis acak; total 815 pasien osteoartritis lutut dan pinggul
    Dosis/Durasi:
    Dosis bervariasi antara 2,5–5 g bubuk buah Rosa canina per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Rosa canina secara signifikan menurunkan skor nyeri VAS dan WOMAC pada pasien osteoartritis. Efek samping yang dilaporkan tidak berbeda bermakna dibandingkan plasebo.
  2. Pengaruh Bubuk Rosa canina terhadap Skor WOMAC dan Kadar C-Reactive Protein pada Pasien Osteoartritis Lutut: Uji Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    72 pasien osteoartritis lutut berusia 45–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    5 g bubuk Rosa canina per hari, diberikan sekali sehari setelah makan, selama 12 minggu
    Temuan:
    Bubuk rosehip menurunkan nyeri lutut, kekakuan sendi, dan kesulitan aktivitas harian berdasarkan skor WOMAC. Kadar CRP juga menurun secara signifikan setelah 12 minggu intervensi.
  3. Suplementasi Ekstrak Rosa canina sebagai Adjuvan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    64 pasien diabetes melitus tipe 2 terkontrol berusia 45–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak standar Rosa canina dua kali sehari (total 1.000 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Rosa canina menurunkan glukosa puasa, HbA1c, dan LDL-kolesterol secara bermakna. Kadar HDL-kolesterol meningkat dibandingkan kelompok plasebo.
  4. Efek Konsumsi Bubuk Buah Rosa canina terhadap Profil Lipid dan Antropometri pada Dewasa Obesitas: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    58 dewasa dengan IMT ≥25 kg/m² (overweight atau obesitas)
    Dosis/Durasi:
    3 g bubuk Rosa canina dua kali sehari sebelum makan, selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi bubuk rosehip menurunkan berat badan, lingkar pinggang, kolesterol total, dan trigliserida. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada tekanan darah sistolik.
  5. Perbaikan Sindrom Metabolik oleh Ekstrak Etanol Buah Rosa canina pada Tikus Wistar yang Diberi Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan dewasa, berat 200–250 g
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB ekstrak etanol buah per oral sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Rosa canina dosis 200 dan 400 mg/kgBB mengurangi resistensi insulin dan memperbaiki toleransi glukosa. Ukuran adiposit dan penanda inflamasi jaringan lemak juga menurun.
  6. Efek Nefroprotektif Ekstrak Hidroalkohol Buah Rosa canina terhadap Nefrotoksisitas Cisplatin pada Tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    32 tikus Sprague-Dawley jantan, berat 180–220 g
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kgBB ekstrak hidroalkohol Rosa canina per oral sekali sehari selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Rosa canina menurunkan kadar ureum dan kreatinin serum serta mengurangi kerusakan histologis tubulus ginjal akibat cisplatin. Efek nefroprotektif berkaitan dengan peningkatan kapasitas antioksidan.
  7. Aktivitas Neuroprotektif Ekstrak Rosa canina dalam Menghambat Penurunan Kognitif pada Model Tikus Penyakit Alzheimer

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 jantan, usia 8–10 minggu
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB ekstrak Rosa canina per oral sekali sehari selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Rosa canina memperbaiki memori spasial dan mengurangi penumpukan plak β-amiloid di hippocampus. Penanda stres oksidatif juga menurun secara signifikan.
  8. Telaah Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Farmakologis Tanaman Mawar Anjing (Rosa canina L.)

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    47 artikel (2020–2024) meliputi studi fitokimia, in vitro, in vivo, dan uji klinis
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku untuk telaah sistematis
    Temuan:
    Rosa canina mengandung senyawa fenolik, flavonoid, vitamin C, dan karotenoid yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Bukti klinis terkuat ditemukan untuk manfaatnya pada osteoartritis, tetapi dosis standar belum ditetapkan.

Advertisement


Cari: