Sampel:
47 artikel (2020–2024) meliputi studi fitokimia, in vitro, in vivo, dan uji klinis
Dosis/Durasi:
Tidak berlaku untuk telaah sistematis
Temuan:
Rosa canina mengandung senyawa fenolik, flavonoid, vitamin C, dan karotenoid yang berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi. Bukti klinis terkuat ditemukan untuk manfaatnya pada osteoartritis, tetapi dosis standar belum ditetapkan.