Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan rhubarb yang dikombinasikan dengan nutrisi enteral dini pada pankreatitis akut berat: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    10 uji klinis acak terkontrol dengan total 713 pasien pankreatitis akut berat
    Dosis/Durasi:
    Bubuk rhubarb 5–10 g diberikan melalui sonde, 2–3 kali sehari selama 5–7 hari.
    Temuan:
    Kombinasi rhubarb dengan nutrisi enteral dini secara signifikan menurunkan mortalitas, kadar sitokin inflamasi, dan lama rawat inap dibanding terapi konvensional. Kombinasi ini juga memperbaiki fungsi sawar usus dan toleransi enteral.
  2. Efikasi dan keamanan rheum palmatum pada gagal ginjal kronik: meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    18 uji klinis acak dengan total 1.286 pasien gagal ginjal kronik
    Dosis/Durasi:
    Sediaan kering rhubarb 1,5–3 g per hari dalam bentuk kapsul atau dekokta selama 8–12 minggu.
    Temuan:
    Rhubarb (Rheum palmatum) mampu menurunkan kadar kreatinin serum dan urea, serta memperlambat progresivitas gagal ginjal kronik bila digunakan sebagai terapi tambahan. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan tidak berbeda bermakna dengan kontrol.
  3. Pengaruh rhubarb terhadap disfungsi gastrointestinal pada pasien sepsis: uji klinis acak terkontrol prospektif

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    66 pasien sepsis dengan disfungsi gastrointestinal yang dirawat di ICU
    Dosis/Durasi:
    Bubuk rhubarb 12 g per hari, dibagi dalam tiga dosis, diberikan selama 7 hari.
    Temuan:
    Rhubarb oral/sonde menurunkan skor APACHE II dan kadar prokalsitonin pada hari ke-7 serta memperbaiki skor fungsi usus dibanding kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan mortalitas 28 hari yang signifikan, tetapi durasi ventilasi mekanik lebih pendek pada kelompok rhubarb.
  4. Ekstrak rhubarb (Rheum palmatum) memperbaiki kolitis ulseratif dengan memodulasi mikrobiota usus dan memulihkan sawar usus pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6 jantan dengan kolitis yang diinduksi dextran sodium sulfate (DSS)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol Rheum palmatum 200 mg/kg dan 400 mg/kg per oral, satu kali sehari selama 7 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Rheum palmatum menurunkan indeks aktivitas kolitis, memperbaiki jaringan epitel kolon, dan mengurangi ekspresi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Perubahan komposisi mikrobiota usus ditandai dengan peningkatan bakteri penghasil butirat.
  5. Emodin dari Rheum palmatum melindungi cedera paru akut akibat lipopolisakarida dengan mengaktifkan jalur sinyal Nrf2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus C57BL/6 jantan model cedera paru akut yang diinduksi lipopolisakarida
    Dosis/Durasi:
    Emodin diberikan intraperitoneal 20 mg/kg dan 40 mg/kg satu jam sebelum induksi lipopolisakarida.
    Temuan:
    Emodin menurunkan edema paru, infiltrasi neutrofil, dan kadar malondialdehid, serta meningkatkan aktivitas enzim antioksidan. Efek perlindungan ini berkaitan dengan aktivasi Nrf2 dan penurunan ekspresi NLRP3.
  6. Analisis farmakologi jaringan terhadap senyawa aktif Rheum palmatum sebagai kandidat terapi COVID-19

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Farmakologi jaringan (network pharmacology)
    Sampel:
    Analisis komputasional: 32 senyawa bioaktif, 109 target protein, dan 15 jalur sinyal terkait COVID-19
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi in silico)
    Temuan:
    Senyawa antrakuinon utama dari Rheum palmatum, seperti emodin dan rhein, berpotensi berikatan dengan ACE2 dan protease utama SARS-CoV-2. Jalur inflamasi dan apoptosis diduga menjadi mekanisme utama yang terlibat.

Advertisement


Cari: