Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antioksidan dan Profil Polifenol Ekstrak Metanol Bunga Sembulau (Primula vulgaris)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak metanol bunga P. vulgaris yang dikoleksi dari habitat alami; dilakukan dengan 3 ulangan konsentrasi.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–100 µg/mL; pengujian aktivitas antioksidan selama 72 jam.
    Temuan:
    Ekstrak bunga P. vulgaris memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan IC50 14,2 µg/mL. Kandungan total fenolik dan flavonoid berkorelasi positif dengan aktivitas penangkal radikal DPPH.
  2. Efek Ekstrak Etanol Daun Primula vulgaris terhadap Produksi Sitokin Inflamasi pada Makrofag RAW264.7

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS); terdiri dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µg/mL; inkubasi selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun P. vulgaris menurunkan sekresi TNF-α dan IL-6 yang diinduksi LPS secara signifikan. Efek ini diduga melalui penghambatan jalur NF-κB.
  3. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Akar Sembulau terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak akar P. vulgaris; bakteri uji Staphylococcus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 50–250 mg/mL; metode difusi cakram dan mikrodilusi selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak akar menunjukkan zona hambat 12–18 mm pada konsentrasi 200 mg/mL. Aktivitas bakterisidal lebih lemah dibanding amoksisilin tetapi tetap efektif terhadap isolat multidrug-resistant.
  4. Saponin dari Primula vulgaris Menghambat Proliferasi Sel Kanker Payudara MCF-7 secara In Vitro

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Fraksi saponin akar P. vulgaris; sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A sebagai pembanding.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–50 µg/mL; pengamatan 48 jam dengan uji MTT.
    Temuan:
    Fraksi saponin menginduksi apoptosis sel MCF-7 melalui peningkatan rasio Bax/Bcl-2. Efek sitotoksiknya bersifat selektif terhadap sel tumor dibandingkan sel normal.
  5. Toksisitas Akut dan Keamanan Ekstrak Air Primula vulgaris pada Mencit

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi in vivo (toksikologi)
    Sampel:
    30 ekor mencit Swiss Webster, jantan dan betina, dibagi menjadi 5 kelompok dosis.
    Dosis/Durasi:
    Dosis oral tunggal 250–2000 mg/kg BB; pengamatan selama 14 hari.
    Temuan:
    LD50 ekstrak air P. vulgaris lebih dari 2000 mg/kg BB dan tidak ditemukan gejala toksisitas serius. Ekstrak termasuk kategori praktis tidak toksik pada pengujian toksisitas akut.
  6. Tinjauan Sistematis: Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi Primula vulgaris

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    20 artikel asli dari Scopus/PubMed yang membahas fitokimia dan aktivitas biologis P. vulgaris tahun 2000–2024.
    Dosis/Durasi:
    Tidak dapat diaplikasikan (studi pustaka).
    Temuan:
    Saponin triterpen dan flavonoid merupakan metabolit utama P. vulgaris. Aktivitas ekspektoran, antiinflamasi, dan antioksidan mendukung penggunaan tradisional untuk batuk.
  7. Perbandingan Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Bunga dan Akar Primula vulgaris melalui Penghambatan α-Glukosidase

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium (in vitro)
    Sampel:
    Ekstrak bunga dan akar P. vulgaris; enzim α-glukosidase dari Saccharomyces cerevisiae.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10–100 µg/mL; inkubasi substrat PNPG selama 15 menit.
    Temuan:
    Ekstrak akar memiliki IC50 penghambatan α-glukosidase sebesar 45,3 µg/mL, lebih kuat daripada ekstrak bunga. Potensi ini berkaitan dengan kandungan saponin dan polifenol.
  8. Meta-Analisis Efektivitas Ekstrak Primula (Primula vulgaris dan Primula veris) sebagai Terapi Tambahan Bronkitis Akut

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji klinis acak terkontrol (RCT) dengan total 1.246 pasien bronkitis akut.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak oral setara saponin 2–4 mg per hari, dibagi dalam 3 dosis selama 7–14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak P. vulgaris signifikan menurunkan frekuensi batuk dan memperbaiki skor gejala dibanding plasebo dalam 7–10 hari. Tidak ditemukan efek samping berat yang terkait pengobatan.

Advertisement


Cari: