Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Platikodin D mengurangi cedera paru akut akibat lipopolisakarida pada mencit melalui penekanan NF-κB dan MAPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    60 mencit C57BL/6 jantan (8–10 minggu)
    Dosis/Durasi:
    5 dan 10 mg/kg platikodin D diberikan intraperitoneal 1 jam sebelum induksi LPS; analisis dilakukan 6–24 jam setelah LPS.
    Temuan:
    Platikodin D secara signifikan menurunkan jumlah total sel dan neutrofil dalam cairan lavage bronkoalveolar serta menekan sitokin inflamasi TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Efek ini berkaitan dengan penghambatan aktivasi NF-κB dan fosforilasi MAPK.
  2. Platikodin D memperbaiki kolitis ulseratif yang diinduksi DSS pada mencit dengan memodulasi mikrobiota usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 jantan (6–8 minggu)
    Dosis/Durasi:
    10 dan 20 mg/kg/hari platikodin D diberikan per oral selama 7 hari setelah induksi DSS.
    Temuan:
    Pemberian platikodin D menurunkan indeks aktivitas penyakit kolitis dan memperbaiki kerusakan histologis usus besar. Platikodin D memulihkan komposisi mikrobiota usus dan menekan aktivasi NLRP3.
  3. Platikodin D memicu apoptosis dan menghambat invasi sel karsinoma paru non-sel kecil melalui jalur mitokondria dan epitel-mesenkim

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Sel A549 dan H1299; mencit nude xenograft (n=24)
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 5, 10, 20 µM selama 24–48 jam; in vivo: 10 mg/kg intraperitoneal setiap 2 hari selama 3 minggu.
    Temuan:
    Platikodin D menekan proliferasi sel secara dosis-tergantung dan menginduksi apoptosis melalui depolarisasi membran mitokondria. Pada model xenograft, platikodin D menghambat pertumbuhan tumor tanpa toksisitas sistemik yang nyata.
  4. Saponin Platycodon grandiflorus melemahkan inflamasi saluran napas dan sekresi mukus pada model asma alergi dengan ovalbumin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit BALB/c betina (6 minggu)
    Dosis/Durasi:
    20 mg/kg/hari ekstrak saponin diberikan per oral setiap hari selama 4 minggu sejak sensitisasi.
    Temuan:
    Saponin Platycodon grandiflorus menurunkan kadar IgE total dan ovalbumin-spesifik serta mengurangi infiltrasi eosinofil di jaringan paru. Ekspresi mukus MUC5AC dan sitokin Th2 juga ditekan secara signifikan.
  5. Platikodin D mengurangi perlemakan hati non-alkoholik pada mencit diet tinggi lemak melalui aktivasi AMPK dan SIRT1

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    5 dan 10 mg/kg/hari platikodin D intraperitoneal selama 8 minggu selama pemberian diet tinggi lemak.
    Temuan:
    Platikodin D menurunkan akumulasi lipid hepatik, kadar ALT/AST, dan ekspresi gen lipogenik. Aktivasi AMPK/SIRT1 tampak berperan dalam perbaikan histologi hati dan resistensi insulin.
  6. Ekstrak akar Platycodon grandiflorus mencegah osteoporosis akibat ovariektomi pada mencit dengan menghambat diferensiasi osteoklas

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi in vitro dan in vivo
    Sampel:
    36 mencit betina pasca-ovariektomi; sel monosit/makrofag untuk uji osteoklastogenesis
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kg/hari ekstrak per oral selama 8 minggu pasca-ovariektomi; in vitro 25–100 µg/mL selama 5 hari.
    Temuan:
    Ekstrak Platycodon grandiflorus meningkatkan kepadatan tulang femur dan menurunkan jumlah osteoklas pada mencit ovariektomi. Pada kultur sel, ekstrak menghambat osteoklastogenesis dan penyerapan tulang melalui penurunan NFATc1.
  7. Platikodin D menghambat dermatitis atopik pada mencit dengan mengatur keseimbangan respons Th1/Th2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    32 mencit BALB/c dengan dermatitis atopik yang diinduksi DNCB
    Dosis/Durasi:
    5 mg/kg/hari platikodin D diberikan secara topikal atau oral selama 2 minggu.
    Temuan:
    Platikodin D mengurangi skor dermatitis, kadar IgE serum, dan ketebalan epidermal. Sitokin Th2 seperti IL-4 dan IL-13 menurun, sedangkan IFN-γ meningkat.

Advertisement


Cari: