Kasifikasi ilmiah Peppermint (Mentha piperita)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Lamiales |
| Famili: | Lamiaceae |
| Subfamili: | Nepetoideae |
| Tribus: | Mentheae |
| Genus: | Mentha |
| Spesies: | Mentha piperita |
Mentha piperita, atau yang lebih dikenal sebagai peppermint, adalah tanaman herbal hibrida hasil persilangan alami antara watermint (Mentha aquatica) dan spearmint (Mentha spicata). Tanaman ini memiliki daun berbentuk lonjong dengan tepi bergerigi serta aroma segar yang sangat khas karena kandungan mentol yang tinggi, sehingga sering dijadikan bahan utama dalam teh herbal, minyak esensial, hingga produk perawatan tubuh.
Selain aromanya yang menyegarkan, peppermint juga punya sejarah panjang dalam dunia pengobatan tradisional. Banyak orang mengandalkan tanaman ini untuk meredakan gangguan pencernaan, sakit kepala, hingga sebagai aromaterapi untuk meningkatkan fokus dan relaksasi. Cara merawatnya pun cukup mudah karena tanaman ini sangat suka area lembap dan cahaya matahari yang cukup, menjadikannya pilihan favorit bagi banyak pegiat berkebun di rumah.
Advertisement