Kasifikasi ilmiah Pasak Bumi Kuning (Fibraurea chloroleuca)
Author: Miers
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Magnoliidae |
| Ordo: | Ranunculales |
| Famili: | Menispermaceae |
| Subfamili: | Menispermoideae |
| Tribus: | Fibraureeae |
| Genus: | Fibraurea |
| Spesies: | Fibraurea chloroleuca |
Fibraurea chloroleuca adalah tumbuhan liana berkayu yang cukup populer di kalangan masyarakat karena khasiat obatnya. Tumbuhan ini punya batang yang unik, kalau dipotong, bagian dalamnya akan terlihat berwarna kuning cerah, itulah kenapa sering disebut akar kuning. Biasanya, tanaman ini merambat di hutan-hutan tropis dan akarnya sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti demam, masalah pencernaan, hingga sakit kuning.
Selain punya khasiat medis yang mumpuni, tanaman ini juga termasuk tumbuhan yang cukup tangguh di habitat aslinya. Daunnya yang berbentuk oval dan bunganya yang kecil-kecil seringkali tidak terlalu mencolok di antara lebatnya hutan, tapi manfaatnya bagi pengobatan tradisional sudah diakui turun-temurun. Sayangnya, keberadaannya di alam liar kini perlu perhatian ekstra agar tidak hilang karena perburuan berlebih untuk kebutuhan industri obat herbal.
Advertisement