Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antioksidan dan Antidiabetes Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Sebanyak 15 artikel dari PubMed dan Scopus tahun 2000–2023, terdiri dari studi in vitro, in vivo, dan satu uji manusia.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Daun pandan menunjukkan aktivitas antioksidan kuat melalui mekanisme penangkapan radikal dan peningkatan enzim antioksidan endogen. Bukti antidiabetes terutama berasal dari studi in vitro dan hewan, sehingga uji klinis lebih lanjut masih diperlukan.
  2. Ekstrak Daun Pandan Meningkatkan SOD dan GSH serta Menurunkan MDA pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi streptozotocin 45 mg/kgBB; dibagi menjadi kontrol normal, kontrol diabetes, dan tiga dosis ekstrak.
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 28 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak pandan selama 28 hari menurunkan glukosa darah puasa dan malondialdehid secara signifikan. Aktivitas superoksida dismutase dan kadar glutathione meningkat dibanding kelompok diabetes tanpa terapi.
  3. Penghambatan α-Glukosidase oleh Ekstrak Daun Pandan Berpotensi sebagai Antidiabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol 70% daun pandan pada konsentrasi 31,25–500 µg/mL diuji terhadap enzim α-glukosidase dari Saccharomyces cerevisiae.
    Dosis/Durasi:
    31,25–500 µg/mL; inkubasi 15 menit dengan substrat pNPG pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Ekstrak pandan menghambat α-glukosidase secara bergantung-dosis dengan IC50 88,5 µg/mL, setara dengan akarbosa. Analisis fitokimia menunjukkan flavonoid dan asam fenolik sebagai inhibitor dominan.
  4. Aktivitas Antibakteri dan Antijamur Ekstrak Daun Pandan terhadap Mikroba Perusak Pangan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun pandan diuji terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans dengan metode difusi cakram.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1,25–10 mg/mL; inkubasi 24 jam pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Fraksi etil asetat menunjukkan diameter zona hambat tertinggi, dengan MIC 2,5 mg/mL terhadap S. aureus dan 5 mg/mL terhadap E. coli. Aktivitas antimikroba dikaitkan dengan kandungan minyak atsiri dan alkaloid.
  5. Efek Sitotoksik dan Apoptosis Ekstrak Daun Pandan pada Sel Kanker Payudara MCF-7

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A; ekstrak etanol daun pandan konsentrasi 0–250 µg/mL selama 24 dan 48 jam.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0–250 µg/mL selama 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak pandan menghambat proliferasi sel MCF-7 secara selektif dengan IC50 62,4 µg/mL dan menginduksi apoptosis melalui peningkatan Bax serta penurunan Bcl-2. Sel normal MCF-10A relatif resisten terhadap efek toksik ekstrak.
  6. Edible Coating Pati Sagu dengan Ekstrak Daun Pandan Mempertahankan Mutu Tomat Ceri selama Penyimpanan

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    120 buah tomat ceri dilapisi edible coating pati sagu 3% dengan ekstrak daun pandan 0%, 1%, dan 2% (v/v), disimpan pada suhu 10°C selama 15 hari.
    Dosis/Durasi:
    Tomat dicelup selama 1 menit dalam larutan coating; penyimpanan selama 15 hari pada suhu 10°C.
    Temuan:
    Penambahan ekstrak pandan 2% menurunkan susut bobot, mengurangi pertumbuhan mikroba, dan mempertahankan kekerasan tomat hingga hari ke-15. Edible coating ini berpotensi menjadi kemasan aktif ramah lingkungan.
  7. Sintesis Ramah Lingkungan Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Daun Pandan sebagai Reduktor dan Uji Aktivitas Antibakterinya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental
    Sampel:
    Campuran AgNO3 1 mM dan ekstrak air daun pandan dengan perbandingan 1:9 pada pH 8 dan suhu 75°C; dikarakterisasi dengan UV-Vis dan SEM.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi nanopartikel 25–200 µg/mL; uji MIC dilakukan selama 24 jam.
    Temuan:
    Nanopartikel perak terbentuk dengan puncak SPR pada 420 nm dan ukuran 15–30 nm, serta menunjukkan zona hambat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak pandan efektif sebagai bioreduktor ramah lingkungan.
  8. Konsumsi Teh Daun Pandan Menurunkan Glukosa Darah Puasa pada Orang Dewasa Prediabetes: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa prediabetes berusia 30–60 tahun; 30 orang mendapat teh daun pandan dan 30 orang mendapat plasebo selama 8 minggu.
    Dosis/Durasi:
    Teh daun pandan 3×240 mL/hari, setara dengan 10 g daun kering, selama 8 minggu.
    Temuan:
    Teh daun pandan 3 kali sehari menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara bermakna dibanding plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius pada kelompok intervensi.

Advertisement


Cari: