Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Saponin Panax notoginseng sebagai terapi tambahan pada infark miokard akut: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    11 studi acak terkontrol dengan total 1.048 pasien infark miokard akut
    Dosis/Durasi:
    Saponin PNS 160–400 mg/hari intravena atau oral selama 2–4 minggu.
    Temuan:
    Penambahan saponin Panax notoginseng pada terapi konvensional menurunkan risiko kejadian kardiovaskular mayor. Efek ini disertai perbaikan fraksi ejeksi ventrikel kiri tanpa peningkatan efek samping serius.
  2. Saponin Panax notoginseng sebagai pengobatan tambahan stroke iskemik akut: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis / Systematic Review
    Sampel:
    15 uji acak terkontrol dengan total 1.430 pasien stroke iskemik akut
    Dosis/Durasi:
    Xuesaitong injection 200–500 mg/hari intravena selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian saponin Panax notoginseng bersama terapi standar memperbaiki skor defisit neurologis dan aktivitas harian. Tidak ditemukan peningkatan signifikan pada efek samping yang serius.
  3. Efek saponin Panax notoginseng pada penyakit ginjal diabetik: uji acak terkontrol tersamar ganda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    96 pasien diabetes tipe 2 dengan albuminuria
    Dosis/Durasi:
    200 mg dua kali sehari secara oral selama 12 minggu.
    Temuan:
    Saponin Panax notoginseng menurunkan albuminuria dan kadar TNF-α secara bermakna. Fungsi ginjal yang dinilai dengan eGFR juga menunjukkan perbaikan setelah 12 minggu.
  4. Notoginsenoside R1 memperbaiki cedera iskemia-reperfusi serebral melalui jalur Nrf2/HO-1

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    60 tikus C57BL/6 yang menjalani oklusi arteri serebri media
    Dosis/Durasi:
    30 mg/kg berat badan intraperitoneal, sekali sehari selama 3 hari.
    Temuan:
    Pemberian notoginsenoside R1 mengurangi volume infark serebral dan stres oksidatif. Fungsi motorik tikus juga meningkat setelah tiga hari perawatan.
  5. Saponin Panax notoginseng untuk faktor risiko kardiometabolik: tinjauan sistematis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 uji acak terkontrol dengan total 1.872 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100–600 mg/hari selama 4–24 minggu.
    Temuan:
    Saponin Panax notoginseng menurunkan tekanan darah sistolik/diastolik, kolesterol LDL, dan HbA1c dibandingkan plasebo. Tinjauan ini mendukung potensi PNS sebagai terapi pendukung pada gangguan kardiometabolik.
  6. Saponin Panax notoginseng menghambat fibrosis hati melalui regulasi jalur TGF-β/Smad

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo dan In Vitro
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6 model fibrosis hati karena CCl4 dan sel LX-2 manusia
    Dosis/Durasi:
    25 mg/kg berat badan oral setiap hari selama 6 minggu.
    Temuan:
    Pemberian PNS menghambat aktivasi sel stellate hati dan menurunkan deposisi kolagen. Fibrosis hati yang diinduksi CCl4 berkurang secara signifikan melalui sinyal TGF-β/Smad.
  7. Perlindungan saponin Panax notoginseng terhadap cedera iskemia-reperfusi miokard pada model tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    50 tikus Sprague-Dawley jantan dengan ligasi arteri koroner
    Dosis/Durasi:
    25 mg/kg berat badan intravena sekali sebelum reperfusi.
    Temuan:
    PNS mengurangi ukuran infark dan stres oksidatif pada miokard setelah reperfusi. Aktivitas anti-apoptosis melalui jalur SIRT1/PGC-1α turut berperan dalam efek kardioprotektif ini.

Advertisement


Cari: