Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Azadirachta indica (Mimba) terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Diabetes Melitus Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 uji klinis acak terkontrol dengan 1.208 pasien diabetes melitus tipe 2 (usia 18–75 tahun), intervensi berupa ekstrak/daun mimba dibandingkan plasebo atau obat antidiabetes standar.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun mimba 250–500 mg/hari dalam bentuk kapsul atau teh, selama 8–12 minggu.
    Temuan:
    Meta-analisis ini menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak mimba secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo. Subgrup dengan durasi pemberian ≥12 minggu menunjukkan efek yang lebih besar.
  2. Perbandingan Efek Obat Kumur Ekstrak Mimba dan Klorheksidin terhadap Plak dan Gingivitis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 partisipan berusia 18–45 tahun dengan gingivitis ringan sampai sedang, 30 orang mendapat obat kumur mimba 0,2% dan 30 orang klorheksidin 0,2%.
    Dosis/Durasi:
    Berkumur 10 mL selama 30 detik, dua kali sehari setelah menyikat gigi, selama 4 minggu.
    Temuan:
    Obat kumur mimba menurunkan indeks plak dan indeks gingiva secara signifikan setelah 4 minggu, setara dengan klorheksidin. Kelompok mimba melaporkan lebih sedikit gangguan rasa dan pewarnaan gigi.
  3. Efektivitas Salep Ekstrak Daun Mimba dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat II

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    48 pasien luka bakar derajat II di unit rawat luka, usia 18–65 tahun, dialokasikan menjadi kelompok salep mimba 5% dan kelompok kontrol vaselin.
    Dosis/Durasi:
    Dioleskan secara tipis pada area luka 2 kali sehari selama maksimal 21 hari.
    Temuan:
    Salep ekstrak daun mimba 5% mempercepat waktu penyembuhan luka terbuka dan meningkatkan persentase epitelisasi pada hari ke-14 dibandingkan kontrol. Tidak ditemukan reaksi alergi atau infeksi sekunder.
  4. Aktivitas Antimikroba Azadirachta indica terhadap Bakteri dan Jamur Patogen: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    35 artikel yang memenuhi kriteria, mencakup uji in vitro dan uji klinis pada Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicans.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 0,5–10% dengan waktu kontak antara 1 dan 24 jam pada uji laboratorium.
    Temuan:
    Ekstrak dan minyak mimba menunjukkan aktivitas antimikroba spektrum luas dengan konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar 0,5–8 mg/mL. Efek utama diperantarai oleh senyawa limonoid dan flavonoid.
  5. Efek Anti-Inflamasi Ekstrak Etanol Daun Mimba pada Edema Kaki Mencit yang Diinduksi Karagenan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 mencit Swiss albino jantan, dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (indometasin 10 mg/kgBB), dan ekstrak mimba dosis 100, 200, 400 mg/kgBB.
    Dosis/Durasi:
    Dosis tunggal oral 100–400 mg/kgBB; respons edema diukur setiap jam selama 6 jam setelah injeksi karagenan.
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun mimba pada dosis 400 mg/kgBB menghambat edema kaki mencit sebesar 58% pada jam ke-4, sebanding dengan indometasin 10 mg/kgBB. Efek ini didukung oleh penurunan ekspresi sitokin proinflamasi.
  6. Studi In Silico Fitokimia Mimba sebagai Kandidat Anti-Virus SARS-CoV-2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Silico
    Sampel:
    Senyawa bioaktif mimba (nimbin, nimbolide, quercetin, marrindin) diuji terhadap protease utama (Mpro) dan domain pengikatan reseptor protein spike SARS-CoV-2.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku secara klinis; simulasi docking menggunakan struktur kristal Protein Data Bank (PDB) dan simulasi dinamika molekuler selama 100 ns.
    Temuan:
    Nimbolide dan quercetin memiliki afinitas pengikatan yang kuat dan stabil pada simulasi dinamika molekuler terhadap target SARS-CoV-2. Mimba berpotensi menghambat masuknya virus dan replikasi, tetapi masih memerlukan validasi eksperimental dan uji klinis.
  7. Efikasi Minyak Mimba (Azadirachta indica) terhadap Pedikulosis Kapitis pada Anak Sekolah: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 anak sekolah usia 6–14 tahun dengan infestasi aktif kutu kepala, dibagi menjadi kelompok minyak mimba 1%, permetrin 1%, dan plasebo (masing-masing 30 anak).
    Dosis/Durasi:
    10 mL minyak mimba 1% dioleskan ke kulit kepala dan dipertahankan 10 menit, kemudian dibilas; aplikasi diulang pada hari ke-7 dan ke-14.
    Temuan:
    Minyak mimba 1% membunuh 82% kutu hidup dalam 24 jam dan mencapai 100% pada hari ke-7, setara dengan permetrin 1%. Tidak ada efek samping sistemik yang dilaporkan dalam 14 hari pengamatan.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Mimba dan Gagal Ginjal

    Penilitian Mimba (Azadirachta indica) untuk Gagal Ginjal:
  2. Mimba dan Tuberkulosis (TBC)

    Penilitian Mimba (Azadirachta indica) untuk Tuberkulosis (TBC):
    • Aktivitas Antimikobakteri Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) terhadap Mycobacterium tuberculosis secara In Vitro
    • Efek Ekstrak Mimba sebagai Terapi Adjuvan pada Pasien Tuberkulosis Paru: Uji Klinis Acak Terkontrol
    • Uji In Vivo Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica) pada Mencit yang Diinfeksi Mycobacterium tuberculosis

Cari: