Kasifikasi ilmiah Matoa Leaf (Pometia pinnata)
Author: J.R.Forst. & G.Forst.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Sapindaceae |
| Subfamili: | Sapindoideae |
| Tribus: | Nephelieae |
| Genus: | Pometia |
| Spesies: | Pometia pinnata |
Pometia pinnata atau yang lebih dikenal dengan sebutan matoa merupakan pohon buah tropis asli dari wilayah Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Pohon ini tumbuh menjulang tinggi dengan dedaunan yang rimbun, sering dijadikan sebagai tanaman peneduh sekaligus penghasil buah yang lezat. Buahnya memiliki kulit yang keras namun tipis dengan daging buah yang kenyal, manis, dan memiliki aroma harum yang khas menyerupai campuran kelengkeng dan durian.
Selain rasanya yang nikmat, pohon matoa memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap berbagai kondisi tanah, sehingga sangat populer dibudidayakan di pekarangan rumah maupun perkebunan. Di Indonesia, tanaman ini punya tempat istimewa di hati masyarakat, terutama di wilayah Indonesia Timur seperti Papua. Selain dikonsumsi langsung, kayu dari pohon matoa juga dikenal cukup kuat dan sering dimanfaatkan sebagai material konstruksi ringan atau furnitur rumah tangga.
Advertisement