Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi Aloysia citrodora terhadap profil glikemik dan lipid: meta-analisis uji klinis acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak terkontrol plasebo; total 385 partisipan dewasa
    Dosis/Durasi:
    300–600 mg/hari ekstrak terstandar, selama 6–12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan signifikan pada LDL, trigliserida, dan hs-CRP setelah suplementasi Aloysia citrodora. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada glukosa puasa dibandingkan plasebo.
  2. Ekstrak Aloysia citrodora memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada orang dewasa dengan insomnia ringan: uji acak tersamar ganda

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 orang dewasa usia 18–65 tahun dengan insomnia ringan
    Dosis/Durasi:
    350 mg/hari ekstrak terstandar 15% verbaskosida, selama 4 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Aloysia citrodora memperbaiki skor Pittsburgh Sleep Quality Index dan menurunkan skor kecemasan secara signifikan dibandingkan plasebo. Kadar kortisol saliva juga menurun setelah intervensi.
  3. Suplementasi Aloysia citrodora terhadap kontrol glikemik dan stres oksidatif pada pasien diabetes melitus tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    62 pasien diabetes melitus tipe 2, usia 40–70 tahun
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari ekstrak daun, selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Aloysia citrodora menurunkan HbA1c, glukosa puasa, dan malondialdehid serum secara signifikan. Terjadi peningkatan kapasitas antioksidan total dibandingkan kelompok plasebo.
  4. Peran Aloysia citrodora dalam mengurangi nyeri dan inflamasi pada pasien osteoartritis lutut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    54 pasien osteoartritis lutut ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    600 mg/hari ekstrak, selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Aloysia citrodora menurunkan skor nyeri VAS, kekakuan pagi, dan kebutuhan analgesik. Kadar interleukin-6 dan hs-CRP juga menurun secara signifikan dibandingkan plasebo.
  5. Ekstrak etanol Aloysia citrodora mencegah obesitas dan resistensi insulin pada tikus dengan diet tinggi lemak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 tikus jantan Sprague-Dawley yang diberi diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan/hari per oral, selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Aloysia citrodora menghambat kenaikan berat badan, menurunkan trigliserida, dan memperbaiki resistensi insulin. Ekspresi gen lipogenik di hati juga menurun secara signifikan.
  6. Aktivitas neuroprotektif dan peningkatan memori oleh Aloysia citrodora pada tikus penuaan

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    24 tikus Wistar tua berusia 18 bulan
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kg berat badan/hari per oral, selama 6 minggu
    Temuan:
    Aloysia citrodora memperbaiki memori spasial pada uji Morris water maze. Ekstrak juga menurunkan kadar malondialdehid dan meningkatkan superoksida dismutase di hippocampus.
  7. Aktivitas antibakteri minyak atsiri Aloysia citrodora terhadap bakteri patogen pangan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    6 isolat bakteri patogen pangan dan 1 isolat jamur Candida albicans
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi hambat minimum 0,5–2 µL/mL; konsentrasi bakterisidal minimum 2–4 µL/mL
    Temuan:
    Minyak atsiri Aloysia citrodora menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara signifikan. Konsentrasi hambat minimum berkisar antara 0,5–2 µL/mL.
  8. Tinjauan sistematis fitokimia dan farmakologi Aloysia citrodora

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    58 artikel asli yang mencakup studi etnobotani, fitokimia, dan farmakologi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada standar dosis tunggal; variasi dosis 100–600 mg/kg pada hewan dan 300–600 mg/hari pada manusia
    Temuan:
    Aloysia citrodora memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, ansiolitik, dan antimikroba. Senyawa utama yang berperan adalah verbaskosida, luteolin, serta komponen minyak atsiri neral dan geranial.

Advertisement


Cari: