Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Potensi Farmakologi dan Fitokimia Tanaman Chenopodium album: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    52 artikel dari PubMed, Scopus, dan Web of Science yang membahas fitokimia serta aktivitas farmakologi Chenopodium album
    Dosis/Durasi:
    Pada studi hewan, ekstrak etanol digunakan dengan dosis 50–500 mg/kgBB selama 7–28 hari; dosis bervariasi antar studi primer.
    Temuan:
    Chenopodium album mengandung senyawa fenolik, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang berperan dalam aktivitas antioksidan, antidiabetik, antiinflamasi, dan antimikroba. Studi klinis pada manusia masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan keamanan dan dosis efektif.
  2. Ekstrak Etanol Chenopodium album Memperbaiki Kadar Glukosa dan Stres Oksidatif pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Pra-klinis (in vivo)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin 45 mg/kg
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 50, 100, dan 200 mg/kgBB diberikan per oral sekali sehari selama 21 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol dosis 200 mg/kgBB menurunkan glukosa darah puasa sekitar 38% setelah 21 hari serta meningkatkan SOD dan menurunkan MDA dibandingkan kelompok diabetes. Efek ini sebanding dengan glibenklamid pada pengujian parameter oksidatif.
  3. Hepatoprotektif Ekstrak Chenopodium album pada Kerusakan Hati Akibat Karbon Tetraklorida pada Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Pra-klinis (in vivo)
    Sampel:
    28 tikus Sprague-Dawley yang dibagi dalam 4 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 400 mg/kgBB per oral diberikan selama 14 hari; karbon tetraklorida diberikan intraperitoneal dua kali selama periode penelitian.
    Temuan:
    Ekstrak etanol Chenopodium album dosis 400 mg/kgBB mampu menurunkan aktivitas ALT dan AST serta memperbaiki nekrosis hati yang diinduksi karbon tetraklorida. Hasil histopatologi menunjukkan pengurangan infiltrasi sel inflamasi pada jaringan hati.
  4. Aktivitas Antibakteri dan Profil Fitokimia Ekstrak Daun Chenopodium album

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan etanol dari daun Chenopodium album; diuji terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Salmonella typhi
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 25–250 µg/mL dengan inkubasi 24 jam pada suhu 37°C.
    Temuan:
    Ekstrak metanol pada konsentrasi 250 µg/mL menghasilkan zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus, yaitu sekitar 17 mm. Flavonoid dan saponin diduga menjadi senyawa aktif utama yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri.
  5. Sintesis Hijau Nanopartikel Perak Menggunakan Ekstrak Chenopodium album sebagai Agen Antikanker dan Antibakteri

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Eksperimental in vitro
    Sampel:
    Nanopartikel perak dibuat dari ekstrak daun Chenopodium album dengan AgNO3 1 mM; diuji pada sel HeLa, MCF-7, serta bakteri patogen
    Dosis/Durasi:
    Paparan nanopartikel pada konsentrasi 5–100 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Nanopartikel perak yang disintesis memiliki ukuran 15–25 nm dan menunjukkan IC50 sebesar 45 µg/mL terhadap sel HeLa. Aktivitas antikanker diduga dimediasi oleh peningkatan produksi ROS dan induksi apoptosis.
  6. Suplementasi Tepung Daun Chenopodium album dalam Pakan Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Ayam Broiler

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    240 ekor ayam broiler Cobb 500 yang diberikan 4 level suplementasi pakan dengan 6 ulangan
    Dosis/Durasi:
    Tepung daun Chenopodium album diberikan 0; 5; 10; dan 15 g/kg pakan selama 35 hari.
    Temuan:
    Suplementasi tepung daun Chenopodium album 10 g/kg pakan meningkatkan bobot akhir dan memperbaiki feed conversion ratio pada broiler. Tidak ditemukan perubahan histopatologi yang signifikan pada hati dan ginjal.
  7. Aktivitas Antiinflamasi dan Antinosiseptif Ekstrak Etanol Chenopodium album pada Model Hewan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Pra-klinis (in vivo)
    Sampel:
    36 tikus Swiss Webster yang menggunakan model edema karagenan dan nyeri termal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol diberikan per oral dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB; pengamatan edema dilakukan selama 5 jam setelah induksi karagenan.
    Temuan:
    Ekstrak Chenopodium album dosis 300 mg/kgBB menghambat edema kaki sebesar 52% pada pengukuran jam ketiga serta meningkatkan ambang nyeri pada uji hot plate. Aktivitas antiinflamasinya sebanding dengan natrium diklofenak.

Advertisement


Cari: