Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan sistematis aktivitas farmakologis dan fitokimia Cola acuminata (Pohon kola)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 studi praklinis dan klinis (in vitro, in vivo, dan uji manusia terbatas) dari tahun 2000–2023
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi pada studi hewan (50–500 mg/kgBB); durasi 14–28 hari; belum ada dosis standar manusia
    Temuan:
    Ekstrak biji Cola acuminata kaya alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetes. Bukti klinis pada manusia masih terbatas dan heterogen sehingga dosis standar belum dapat ditetapkan.
  2. Efek antihiperglikemik dan antioksidan ekstrak etanol biji Cola acuminata pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus jantan Wistar yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan kadar glukosa darah puasa dan malondialdehida (MDA) dibandingkan kelompok diabetes. Ekstrak juga meningkatkan aktivitas superoksida dismutase (SOD) dan katalase.
  3. Aktivitas hepatoprotektif ekstrak metanol biji Cola acuminata terhadap kerusakan hati tikus yang diinduksi karbon tetraklorida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    25 tikus jantan Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT, AST, dan MDA serta meningkatkan kadar glutathione (GSH) pada hati tikus. Efek hepatoprotektif diduga melalui aktivitas antioksidan.
  4. Aktivitas antimikroba ekstrak biji Cola acuminata terhadap isolat bakteri patogen

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji in vitro
    Sampel:
    6 strain bakteri patogen, termasuk Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 6,25–100 mg/mL dalam uji difusi cakram dan MIC
    Temuan:
    Ekstrak etanol biji Cola acuminata menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus. Nilai MIC berkisar 3,12–25 mg/mL.
  5. Efek neuroprotektif ekstrak Cola acuminata terhadap gangguan kognitif tikus yang diinduksi skopolamin

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, skopolamin, dan perlakuan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    100 dan 200 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Ekstrak meningkatkan memori spasial dan menurunkan aktivitas asetilkolinesterase di hipokampus. Efek neuroprotektif diduga terkait kandungan flavonoid dan alkaloid.
  6. Efek antiinflamasi dan analgesik ekstrak etanol biji Cola acuminata pada tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus jantan Wistar yang diuji dengan model edema kaki dan uji geliat
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan volume edema kaki dan jumlah geliat nyeri pada tikus. Efek ini sebanding dengan obat standar pada dosis tertentu.
  7. Toksisitas subkronis ekstrak akuatik biji Cola acuminata pada tikus Wistar

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji toksisitas eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 tikus Wistar (20 jantan dan 20 betina)
    Dosis/Durasi:
    250, 500, dan 1000 mg/kgBB per oral selama 28 hari
    Temuan:
    Tidak ditemukan mortalitas atau perubahan perilaku bermakna selama perlakuan. Dosis tinggi menyebabkan peningkatan ringan ALT dan AST yang bersifat reversibel.

Advertisement


Cari: