Kasifikasi ilmiah Kayu Ules (Helicteres isora)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malvales |
| Famili: | Malvaceae |
| Subfamili: | Helicteroideae |
| Tribus: | Helictereae |
| Genus: | Helicteres |
| Spesies: | Helicteres isora |
Helicteres isora, atau yang sering dikenal sebagai kayu ules, adalah perdu atau pohon kecil yang punya tampilan unik karena bentuk buahnya yang melintir menyerupai sekrup atau tanduk hewan. Tanaman ini banyak ditemukan di hutan-hutan tropis dan semak belukar di wilayah Asia, termasuk Indonesia, di mana bagian kulit kayu dan buahnya sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti sakit perut atau masalah pencernaan.
Selain khasiatnya sebagai tanaman obat, serat dari kulit batang kayu ules ini juga dikenal cukup kuat dan sering digunakan oleh masyarakat lokal untuk membuat tali atau kerajinan tangan. Tanaman ini cukup tangguh di lingkungan yang kering dan seringkali menjadi daya tarik tersendiri karena bunga merahnya yang mencolok, menjadikannya tanaman yang punya nilai ekologis serta manfaat praktis yang tinggi bagi warga sekitar.
Advertisement