Advertisement
Tanaman merambat liar ini biasanya ditemukan di area hutan tropis, semak belukar, atau sepanjang pinggiran sungai. Mereka suka tumbuh di daerah yang lembap dan banyak terpapar sinar matahari, sering terlihat merambat pada pagar atau tanaman inang lain. Karakteristik/ciri-ciri Karela Wild (Momordica dioica):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batang ramping, memanjat, dan memiliki sulur (tendril) yang berfungsi untuk berpegangan pada inangnya. |
| Daun | Berbentuk jantung atau oval dengan tepi yang agak berlekuk, teksturnya sedikit kasar dan berwarna hijau segar. |
| Bunga | Tanaman ini dioecious (bunga jantan dan betina ada di pohon terpisah). Bunganya berwarna kuning cerah dengan bentuk seperti lonceng. |
| Buah | Bentuknya oval kecil dengan permukaan yang berduri lunak (seperti duri tumpul). Saat masih muda berwarna hijau, dan kalau sudah matang berubah menjadi oranye kemerahan. |
| Biji | Berukuran cukup besar, berwarna cokelat kehitaman, dan diselimuti oleh selaput merah yang lengket. |
| Akar | Memiliki akar umbi yang kuat di dalam tanah, membuat tanaman ini bisa bertahan hidup lama atau tumbuh kembali meskipun bagian atasnya mati. |
Karela wild atau Momordica dioica (dikenal sebagai kakrol atau paria hutan) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai makanan. Namun, konsumsi bagian tanaman tertentu dalam jumlah berlebihan atau tanpa pengolahan yang tepat dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, muntah, dan nyeri lambung, yang disebabkan oleh kandungan senyawa bioaktif seperti glikosida dan alkaloid di dalamnya. Selain itu, konsumsi bagian mentah atau bijinya memiliki potensi toksisitas ringan hingga sedang yang dapat mengiritasi saluran pencernaan.