Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-analisis efikasi dan keamanan injeksi Houttuynia cordata sebagai terapi tambahan pada infeksi saluran pernapasan akut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak terkontrol dengan total 1.205 pasien infeksi saluran pernapasan akut
    Dosis/Durasi:
    Injeksi intravena 10–20 mL/hari, diberikan selama 5–7 hari sebagai tambahan terapi konvensional.
    Temuan:
    Injeksi Houttuynia cordata yang dikombinasikan dengan terapi standar secara signifikan meningkatkan tingkat kesembuhan klinis dan mempercepat perbaikan gejala dibandingkan terapi standar saja. Angka kejadian efek samping tidak meningkat secara bermakna.
  2. Ekstrak Houttuynia cordata menghambat infeksi SARS-CoV-2 pada sel Vero E6

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Kultur sel Vero E6 yang diinfeksi SARS-CoV-2, dengan kelompok kontrol virus dan kelompok perlakuan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    12,5–200 µg/mL diberikan setelah infeksi virus, diamati selama 24–72 jam.
    Temuan:
    Ekstrak Houttuynia cordata menurunkan replikasi virus SARS-CoV-2 secara dependen-dosis dan mengurangi pelepasan sitokin proinflamasi. Efek antivirus terutama terjadi pada tahap awal replikasi virus.
  3. Ekstrak air Houttuynia cordata melindungi tikus dari cedera paru akut akibat lipopolisakarida dengan menghambat NF-κB dan MAPK

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    48 ekor mencit BALB/c jantan dengan model cedera paru akut yang diinduksi lipopolisakarida intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral 25, 50, dan 100 mg/kg berat badan, 1 jam sebelum dan 6 jam setelah induksi LPS.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Houttuynia cordata menurunkan infiltrasi sel inflamasi paru dan kadar TNF-α, IL-1β, serta IL-6. Efek antiinflamasi ini dimediasi oleh penghambatan jalur NF-κB dan MAPK.
  4. Ekstrak Houttuynia cordata memperbaiki obesitas dan gangguan metabolik pada tikus yang diberi diet tinggi lemak melalui modulasi mikrobiota usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 ekor tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak, dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral 100 dan 200 mg/kg berat badan setiap hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Houttuynia cordata menurunkan kenaikan berat badan, massa lemak, dan akumulasi lipida hepatik yang diinduksi diet tinggi lemak. Perbaikan metabolik ini berkaitan dengan perubahan komposisi mikrobiota usus dan peningkatan asam lemak rantai pendek.
  5. Polisakarida Houttuynia cordata meredakan colitis ulseratif pada mencit dengan memperbaiki mikrobiota usus dan asam lemak rantai pendek

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 ekor mencit C57BL/6 yang diinduksi kolitis dengan Dextran Sulfate Sodium 2,5% selama 7 hari
    Dosis/Durasi:
    Polisakarida diberikan per oral 200 dan 400 mg/kg berat badan sekali sehari selama 7 hari setelah induksi DSS.
    Temuan:
    Polisakarida Houttuynia cordata menurunkan indeks aktivitas penyakit, memperbaiki kerusakan histologis kolon, dan menurunkan sitokin proinflamasi. Efek protektifnya terkait dengan pemulihan mikrobiota usus dan peningkatan kadar butirat.
  6. Houttuynia cordata menekan inflamasi saluran napas dan respons Th2 pada model asma alergi mencit

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 ekor mencit BALB/c yang disensitisasi dan dipapar ovalbumin sebagai model asma alergi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral 100–300 mg/kg berat badan 30 menit sebelum paparan aerosol ovalbumin selama 7 hari.
    Temuan:
    Houttuynia cordata menurunkan jumlah eosinofil lavasi bronkoalveolar, kadar IgE total, serta sitokin Th2 seperti IL-4, IL-5, dan IL-13. Efek ini disertai pengurangan inflamasi peribronkial dan produksi mukus.
  7. Tinjauan sistematis fitokimia, aktivitas farmakologi, dan penggunaan tradisional Houttuynia cordata

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    214 artikel yang mencakup studi etnofarmakologi, fitokimia, in vitro, in vivo, dan uji klinis Houttuynia cordata
    Dosis/Durasi:
    Beragam dan tidak distandarisasi; pada studi in vivo dosis yang sering digunakan adalah 50–400 mg/kg berat badan per oral.
    Temuan:
    Houttuynia cordata mengandung polisakarida, flavonoid, dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antivirus, serta imunomodulator. Aktivitas antivirusnya terutama terhadap virus pernapasan menjadikannya kandidat terapi suportif untuk infeksi saluran napas.

Advertisement


Cari: