Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Silika dan kesehatan tulang: tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    16 studi acak terkendali dengan total 1.065 subjek dewasa, termasuk wanita pascamenopause
    Dosis/Durasi:
    Asupan silika sekitar 10–20 mg/hari; durasi suplementasi 8–52 minggu.
    Temuan:
    Asupan silika bioavailabel, termasuk yang berasal dari Equisetum arvense, berhubungan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih baik dan pengurangan risiko fraktur. Efek tampak lebih nyata pada suplementasi jangka pendek hingga sedang.
  2. Manfaat herbal untuk telogen effluvium: tinjauan sistematis dengan fokus pada Equisetum arvense

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi melibatkan 1.240 partisipan dengan keluhan kerontokan rambut
    Dosis/Durasi:
    Variasi antar studi; umumnya ekstrak E. arvense 250–500 mg/hari selama 6–12 bulan.
    Temuan:
    Kombinasi Equisetum arvense dengan L-sistein dan biotin memperbaiki kepadatan dan ketebalan rambut. Bukti masih heterogen sehingga perlu uji klinis lebih besar.
  3. Pengaruh suplementasi ekstrak Equisetum arvense terhadap kristalisasi kalsium oksalat pada pasien urolitiasis: uji acak terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 pasien dengan riwayat batu ginjal kalsium oksalat; 45 kelompok perlakuan dan 45 plasebo
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak kering 350 mg dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak E. arvense menurunkan ekskresi kalsium oksalat dan agregasi kristal urin dibanding plasebo. Tidak ada efek samping berat yang dilaporkan.
  4. Efek nefroprotektif ekstrak Equisetum arvense terhadap nefrotoksisitas cisplatin pada tikus Wistar

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan, dibagi menjadi 6 kelompok (kontrol, cisplatin, ekstrak 3 dosis, dan kontrol ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral selama 10 hari setelah induksi cisplatin.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak E. arvense secara signifikan menurunkan kadar BUN dan kreatinin serum serta memperbaiki gambaran histologis ginjal. Efek protektif berkaitan dengan aktivitas antioksidan.
  5. Aktivitas antioksidan dan antiinflamasi ekstrak Equisetum arvense pada sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Kultur sel RAW264.7 dengan perlakuan LPS; tiga konsentrasi ekstrak dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 12,5; 25; 50; 100; dan 200 µg/mL, diinkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak E. arvense menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-alpha, IL-6, dan IL-1beta serta menghambat aktivasi NF-kB. Efek ini mengindikasikan potensi antiinflamasi dari flavonoid dan asam fenolat.
  6. Ekstrak Equisetum arvense mempercepat penyembuhan luka insisi pada tikus diabetes: kajian histopatologi dan kadar kolagen

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    28 tikus Wistar diabetes yang diinduksi streptozotocin, dibagi menjadi 4 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak 5% atau 10% dioleskan dua kali sehari selama 21 hari.
    Temuan:
    Pemberian topikal ekstrak E. arvense 5% dan 10% meningkatkan kontraksi luka, deposisi kolagen, dan jumlah fibroblas dibanding kontrol. Efek terbaik pada konsentrasi 10%.
  7. Mekanisme molekuler ekstrak Equisetum arvense dalam menghambat apoptosis sel saraf pada model penyakit Alzheimer secara in silico

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi in silico dan bioinformatika
    Sampel:
    Analisis molecular docking 40 senyawa bioaktif E. arvense terhadap target protein BACE1 dan asetilkolinesterase
    Dosis/Durasi:
    Docking dengan konsentrasi virtual 10 µM; validasi MD simulation 100 ns.
    Temuan:
    Beberapa senyawa flavonoid E. arvense, seperti apigenin dan luteolin, menunjukkan afinitas ikatan yang kuat terhadap BACE1 dan asetilkolinesterase. Hasil ini mendukung potensi neuroprotektif untuk pengembangan obat herbal.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Paku Ekor Kuda dan Melanoma

    Penilitian Paku Ekor Kuda (Equisetum arvense) untuk Melanoma:
    • Efek Ekstrak Etanol Equisetum arvense terhadap Proliferasi dan Apoptosis Sel Melanoma A375
    • Aktivitas Antiproliferatif Ekstrak Air Equisetum arvense pada Sel Melanoma B16-F10
    • Mekanisme Apoptosis melalui Jalur Mitokondria yang Diinduksi oleh Fraksi Flavonoid Equisetum arvense pada Sel Melanoma SK-MEL-28

Cari: