Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antimikroba Ekstrak Akar Lobak Pedas (Armoracia rusticana) terhadap Bakteri Patogen Pangan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Ekstrak etanol akar A. rusticana diuji terhadap 6 spesies bakteri patogen pangan, yaitu Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella enterica, Listeria monocytogenes, Bacillus cereus, dan Pseudomonas aeruginosa.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5–10 mg/mL selama 24 jam inkubasi.
    Temuan:
    Ekstrak A. rusticana menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Aktivitas bakterisidal tertinggi ditemukan terhadap Listeria monocytogenes.
  2. Aktivitas Antikanker Alil Isotosianat dari Armoracia rusticana: Meta-Analisis Studi Praklinis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 studi praklinis yang mencakup model sel dan hewan untuk tumor payudara, kolorektal, paru, dan pankreas.
    Dosis/Durasi:
    Dosis pada hewan coba berkisar 5–40 mg/kg berat badan per hari melalui gavage selama 14–42 hari.
    Temuan:
    Alil isotiosianat menurunkan viabilitas sel tumor secara signifikan dan menghambat pertumbuhan tumor pada hewan model. Efek antikanker paling kuat terlihat pada model kanker kolorektal.
  3. Pengaruh Ekstrak Akar Lobak Pedas terhadap Perlemakan Hati pada Tikus dengan Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    36 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok: normal, kontrol diet tinggi lemak, diet tinggi lemak dengan ekstrak 50/100/200 mg/kgBB, dan diet tinggi lemak dengan orlistat.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak diberikan per oral dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB setiap hari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan bobot hati, kadar trigliserida, dan skor perlemakan hati non-alkohol. Ekstrak juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan SOD dan katalase.
  4. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Akar Lobak Pedas terhadap Isolat Klinis Helicobacter pylori yang Resisten Antibiotik

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    15 isolat klinis Helicobacter pylori yang resisten terhadap klaritromisin dan metronidazol.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 1, 2, 4, 8, dan 16 mg/mL selama 24 jam inkubasi.
    Temuan:
    Ekstrak lobak pedas bersifat bakterisidal terhadap isolat H. pylori resisten pada konsentrasi 8 mg/mL. Kombinasi ekstrak dengan amoksisilin menunjukkan efek sinergis.
  5. Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Armoracia rusticana pada Makrofag yang Diinduksi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi LPS 1 µg/mL dan diberi ekstrak dengan konsentrasi 25, 50, 100, dan 200 µg/mL.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 25–200 µg/mL selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6 secara tergantung dosis. Mekanisme utama antiinflamasi terjadi melalui penghambatan fosforilasi NF-κB p65.
  6. Meta-Analisis Konsumsi Sayuran Cruciferae dan Risiko Kanker Kolorektal

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    22 studi prospektif dengan total 1.032.457 partisipan dan 9.214 kasus kanker kolorektal.
    Dosis/Durasi:
    Perbandingan kategori asupan tertinggi dibandingkan terendah; median masa tindak lanjut 8–16 tahun.
    Temuan:
    Konsumsi sayuran cruciferae yang tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal hingga 14%. Efek protektif lebih terlihat pada populasi Asia.
  7. Potensi Ekstrak Lobak Pedas sebagai Bahan Aktif dalam Pengemas Makanan Antimikroba

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan karakterisasi kemasan
    Sampel:
    Film kemasan berbasis pati dengan penambahan ekstrak A. rusticana 1%, 3%, dan 5%; diuji terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 1%, 3%, dan 5% dalam film aktif; pengujian kontak selama 48 jam pada suhu 4°C.
    Temuan:
    Penambahan ekstrak 5% menghasilkan film dengan aktivitas antimikroba kuat. Film tersebut melepaskan alil isotiosianat secara bertahap sehingga memperpanjang umur simpan produk daging.

Advertisement


Cari: