Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis terhadap Etnofarmakologi, Fitokimia, dan Aktivitas Farmakologis Marrubium vulgare L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 artikel penelitian asli dari PubMed, Scopus, dan Web of Science yang membahas fitokimia serta aktivitas farmakologi M. vulgare
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi langsung
    Temuan:
    M. vulgare mengandung marrubiin, flavonoid, dan asam fenolat yang mendukung aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, dan antidiabetik. Tinjauan ini menekankan perlunya uji klinis lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas terapeutiknya pada manusia.
  2. Efek Antidiabetik dan Hipolipidemik Ekstrak Air Marrubium vulgare pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak dan Streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: normal, kontrol diabetes, tiga kelompok perlakuan ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak air M. vulgare menurunkan kadar glukosa darah puasa secara signifikan. Ekstrak juga memperbaiki profil lipid dan mengurangi resistensi insulin pada tikus diabetes.
  3. Efek Hepatoprotektif Ekstrak Metanol Marrubium vulgare terhadap Kerusakan Hati Akibat Parasetamol pada Mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 mencit Swiss albino jantan yang diinduksi parasetamol dosis toksik
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100 dan 200 mg/kgBB per hari selama 7 hari sebelum induksi parasetamol
    Temuan:
    Ekstrak M. vulgare menurunkan kadar ALT, AST, dan malondialdehid serta memperbaiki gambaran histopatologi hati. Efek hepatoprotektifnya sebanding dengan silimarin pada dosis 200 mg/kgBB.
  4. Aktivitas Anti-Inflamasi Marrubiin dari Marrubium vulgare pada Makrofag RAW 264.7 melalui Penghambatan Jalur NF-κB

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel makrofag RAW 264.7 yang diinduksi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–50 µM selama 24 jam
    Temuan:
    Marrubiin menurunkan produksi nitrit oksida, TNF-α, dan IL-6 secara tergantung dosis. Mekanisme yang terlibat meliputi penghambatan aktivasi NF-κB dan ekspresi iNOS.
  5. Karakterisasi Minyak Atsiri, Kandungan Fenolik, serta Aktivitas Antioksidan dan Antimikroba Marrubium vulgare dari Aljazair

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental Laboratorium
    Sampel:
    Minyak atsiri dan ekstrak dari bagian aerial M. vulgare; diuji terhadap bakteri dan jamur patogen
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi minyak atsiri 0,5–20 µL/mL untuk uji antimikroba
    Temuan:
    Minyak atsiri M. vulgare kaya akan monoterpen dan menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli serta antijamur terhadap Candida albicans. Kandungan fenolik ekstrak berkorelasi kuat dengan kapasitas antioksidannya.
  6. Efek Ekstrak Marrubium vulgare terhadap Tekanan Darah dan Kadar Nitrit Oksida pada Tikus Hipertensi yang Diinduksi L-NAME

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan; hipertensi diinduksi dengan L-NAME selama 21 hari
    Dosis/Durasi:
    Dosis 250 mg/kgBB per hari selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak M. vulgare menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan. Efek ini diduga melalui peningkatan kadar nitrit oksida dan perbaikan fungsi endotel.
  7. Uji Aktivitas Penghambatan Alfa-Glukosidase dan Alfa-Amilase oleh Ekstrak Marrubium vulgare secara In Vitro dan In Silico

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Silico
    Sampel:
    Ekstrak metanol dan marrubiin murni; analisis penambatan molekuler terhadap enzim alfa-glukosidase dan alfa-amilase
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 10–200 µg/mL dalam pengukuran aktivitas enzimatik
    Temuan:
    Ekstrak M. vulgare menghambat alfa-glukosidase lebih kuat dibandingkan akarbosa. Studi penambatan molekuler menunjukkan bahwa marrubiin memiliki afinitas ikatan yang baik pada situs aktif enzim target.

Advertisement


Cari: