Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi Tribulus terrestris dalam Mengatasi Disfungsi Ereksi: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji klinis acak terkontrol (RCT) dengan total 512 pria dengan disfungsi ereksi ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    500–1500 mg/hari, selama 4–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi Tribulus terrestris secara signifikan memperbaiki skor IIEF dibandingkan plasebo. Efeknya lebih terlihat pada durasi pemberian 8–12 minggu.
  2. Pengaruh Suplementasi Tribulus terrestris terhadap Kadar Testosteron, Kortisol, dan Kekuatan Otot pada Pria Terlatih Beban

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pria terlatih dengan usia 18–35 tahun yang memiliki kadar hormon dan kekuatan normal
    Dosis/Durasi:
    750 mg/hari ekstrak dengan 45% saponin, selama 8 minggu
    Temuan:
    Tidak ada peningkatan kadar testosteron total yang signifikan pada kelompok Tribulus terrestris dibandingkan plasebo. Suplementasi tidak memberikan keunggulan tambahan pada kekuatan otot.
  3. Efek Tribulus terrestris terhadap Fungsi Seksual Wanita Pascamenopause: Uji Klinis Acak Buta Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita pascamenopause dengan keluhan fungsi seksual
    Dosis/Durasi:
    750 mg/hari, selama 12 minggu
    Temuan:
    Skor Female Sexual Function Index (FSFI) meningkat bermakna pada kelompok Tribulus terrestris dibandingkan plasebo. Perbaikan terutama terlihat pada domain gairah, lubrikasi, dan kepuasan.
  4. Pengaruh Tribulus terrestris terhadap Profil Lipid dan Kendali Glukosa Darah pada Orang Dewasa: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    14 RCT dengan total 980 orang dewasa dengan atau tanpa gangguan metabolik
    Dosis/Durasi:
    250–1500 mg/hari, selama 4–24 minggu
    Temuan:
    Tribulus terrestris menurunkan kolesterol total, trigliserida, dan glukosa darah puasa secara signifikan. Tidak ditemukan efek signifikan terhadap kadar HDL-kolesterol.
  5. Suplementasi Ekstrak Tribulus terrestris Mengurangi Kerusakan Otot Akibat Latihan pada Atlet Bersepeda

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 atlet pria bersepeda, usia 20–35 tahun
    Dosis/Durasi:
    1000 mg/hari ekstrak daun Tribulus terrestris, selama 30 hari
    Temuan:
    Marker kerusakan otot seperti CK dan LDH setelah latihan lebih rendah pada kelompok suplementasi. Pemulihan kekuatan dan persepsi nyeri otot juga dilaporkan lebih baik.
  6. Pengaruh Tribulus terrestris terhadap Gejala Andropause dan Kadar Testosteron pada Pria Usia Lanjut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pria berusia 50–70 tahun dengan gejala hipogonadisme onset lambat
    Dosis/Durasi:
    2×500 mg/hari ekstrak dengan 0,5% protodioscin, selama 12 minggu
    Temuan:
    Skor Aging Males' Symptoms (AMS) membaik secara signifikan pada kelompok intervensi. Kadar testosteron total juga meningkat ringan namun bermakna dibandingkan plasebo.
  7. Suplementasi Tribulus terrestris dan Performa Olahraga: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 RCT dengan total 318 atlet dan pria aktif, usia 18–40 tahun
    Dosis/Durasi:
    500–1500 mg/hari, selama 4–10 minggu
    Temuan:
    Secara keseluruhan, Tribulus terrestris tidak memberikan efek ergogenik yang signifikan terhadap VO₂maks dan waktu tempuh. Efek positif kecil terlihat pada kekuatan ekstremitas bawah.

Advertisement


Cari: