Advertisement
Gaharu atau agarwood adalah produk resin beraroma khas yang terbentuk pada kayu pohon Aquilaria malaccensis, sejenis pohon dari famili Thymelaeaceae. Spesies ini tumbuh alami di hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaya, dan beberapa wilayah Asia Selatan. Pohonnya dapat mencapai tinggi puluhan meter dengan batang berkayu, daun sederhana, bunga kecil, dan buah berbentuk kapsul. Kayu sehat pada Aquilaria malaccensis umumnya tidak beraroma kuat; aroma gaharu justru berasal dari akumulasi resin yang terbentuk di dalam jaringan kayu.
Pohon ini asli dari hutan tropis Asia Tenggara. Mereka suka tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl. Biasanya ditemukan di hutan primer yang tanahnya subur, lembap, dan punya drainase yang baik. Karakteristik/ciri-ciri Gaharu / Agarwood (Aquilaria malaccensis):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Tumbuh tegak lurus dengan kulit kayu yang halus saat muda dan mulai retak-retak saat tua. Warna kulit batangnya abu-abu kecokelatan. |
| Daun | Daunnya berbentuk lonjong atau oval dengan ujung yang agak meruncing. Warnanya hijau mengilap dan tersusun berselang-seling di sepanjang ranting. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna kuning kehijauan atau keputihan, dan tumbuh mengelompok. Baunya cukup harum. |
| Buah | Buahnya berbentuk kapsul bulat telur atau agak gepeng. Kalau sudah matang, buah ini bakal pecah sendiri dan mengeluarkan biji yang punya semacam 'ekor' (arilus). |
| Sistem Perakaran | Memiliki akar tunggang yang kuat untuk menopang pohon yang bisa tumbuh hingga puluhan meter tingginya. |
| Pembentukan Gaharu | Ini bagian paling unik: gubal gaharu sebenarnya adalah respon pertahanan pohon terhadap luka atau infeksi jamur. Pohon memproduksi resin wangi di bagian dalam kayu sebagai 'obat' alami dari infeksi tersebut. |
Gaharu (Aquilaria malaccensis) umumnya dikenal karena resinnya yang harum dan banyak digunakan dalam industri parfum serta pengobatan tradisional. Namun, penggunaan ekstrak atau asap dari pembakaran kayu gaharu dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi kesehatan manusia. Berdasarkan penelitian toksikologi, paparan asap dari pembakaran dupa gaharu secara kronis dapat mengiritasi saluran pernapasan bagian atas. Asap tersebut mengandung partikulat halus, karbon monoksida, dan senyawa organik volatil yang dapat memicu gejala seperti batuk, iritasi tenggorokan, serta memperburuk kondisi pada penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).