Kasifikasi ilmiah Elecampane (Inula helenium)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Subfamili: | Asteroideae |
| Tribus: | Inuleae |
| Genus: | Inula |
| Spesies: | Inula helenium |
Inula helenium, atau yang lebih dikenal dengan nama Elecampane, adalah tanaman herbal menahun yang punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini memiliki batang yang kokoh dengan daun lebar berbulu serta bunga berwarna kuning cerah yang mirip dengan bunga matahari kecil. Biasanya, bagian akar tanaman inilah yang paling dicari karena mengandung inulin yang cukup tinggi dan sering dimanfaatkan untuk meredakan masalah pernapasan.
Selain manfaat kesehatannya, tanaman ini juga cukup menarik dijadikan penghias taman karena tampilannya yang cukup mencolok. Elecampane sangat menyukai area yang lembap dan sinar matahari yang cukup, sehingga tidak heran kalau tanaman ini bisa tumbuh cukup tinggi hingga mencapai lebih dari satu meter. Meskipun jarang ditemukan di Indonesia, tanaman ini punya posisi spesial di dunia herbal Eropa sejak zaman kuno.
Advertisement