Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Cuscuta chinensis Lam.: Tinjauan Sistematis tentang Penggunaan Tradisional, Fitokimia, Farmakologi, dan Toksikologi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    Telaah terhadap 75 artikel jurnal internasional yang relevan, meliputi studi fitokimia, praklinis, dan toksikologi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi review).
    Temuan:
    Cuscuta chinensis memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, hepatoprotektif, neuroprotektif, dan nefroprotektif. Flavonoid, lignan, dan polisakarida merupakan senyawa utama yang berperan dalam efek farmakologis.
  2. Perlindungan Ekstrak Cuscuta chinensis terhadap Osteoporosis pada Tikus Betina Ovariektomi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tiga puluh tikus Sprague-Dawley betina yang diovariektomi (OVX), dibagi menjadi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg BB/hari secara oral selama 12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak Cuscuta chinensis meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi aktivitas resorpsi tulang pada tikus OVX. Efek ini diduga melalui regulasi rasio RANKL/OPG.
  3. Neuroproteksi Ekstrak Cuscuta chinensis pada Tikus Model Iskemia Serebral

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Empat puluh tikus Wistar jantan dengan model iskemia-reperfusi arteri serebral tengah (MCAO)
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB/hari secara intraperitoneal selama 14 hari.
    Temuan:
    Ekstrak Cuscuta chinensis mengurangi volume infark serebral dan memperbaiki defisit neurologis. Efek neuroprotektif berkaitan dengan peningkatan aktivitas antioksidan dan penghambatan apoptosis.
  4. Karakterisasi Struktur dan Aktivitas Imunomodulator Polisakarida dari Cuscuta chinensis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang diberi fraksi polisakarida pada berbagai konsentrasi
    Dosis/Durasi:
    25, 50, 100, dan 200 µg/mL selama 24 jam secara in vitro.
    Temuan:
    Polisakarida dari Cuscuta chinensis meningkatkan produksi NO, TNF-α, dan IL-6 pada sel RAW264.7. Hasil ini menunjukkan potensi imunostimulator pada respons imun bawaan.
  5. Flavonoid Cuscuta chinensis Memperbaiki Perlemakan Hati Non-Alkoholik pada Tikus Diet Tinggi Lemak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Empat puluh tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kg BB/hari secara oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Flavonoid Cuscuta chinensis menurunkan akumulasi lipid hepatik, kadar ALT/AST, dan steatosis hati. Efek ini dimediasi oleh aktivasi jalur SIRT1/PGC-1α dan penekanan stres oksidatif.
  6. Cuscuta chinensis Meringankan Kolitis Eksperimental melalui Modulasi Mikrobiota Usus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Tiga puluh mencit C57BL/6 dengan kolitis yang diinduksi dekstran sulfat natrium (DSS) 3%
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB/hari secara oral selama 7 hari.
    Temuan:
    Ekstrak Cuscuta chinensis menurunkan skor DAI, menjaga panjang kolon, dan menurunkan sitokin proinflamasi TNF-α dan IL-1β. Komposisi mikrobiota usus juga pulih mendekati normal.
  7. Cuscuta chinensis Menghambat Fibrosis Hati melalui Jalur TGF-β/Smad pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo dan in vitro
    Sampel:
    Tiga puluh enam tikus Sprague-Dawley yang diinduksi CCl4 dan sel stelata hati HSC-T6
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kg BB/hari secara oral, dua kali seminggu selama 6 minggu; in vitro 25–100 µg/mL.
    Temuan:
    Cuscuta chinensis menurunkan ekspresi kolagen tipe I, α-SMA, dan TGF-β pada hati tikus fibrosis. Ekstrak juga menghambat proliferasi dan aktivasi sel stelata hati secara in vitro.

Advertisement


Cari: