Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan sistematis etnofarmakologi, fitokimia, dan aktivitas farmakologi Plumbago zeylanica L.

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    45 artikel ilmiah (2000–2023) yang memuat data etnofarmakologi, fitokimia, dan bioaktivitas Plumbago zeylanica.
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi langsung; berbagai dosis plumbagin 1–20 mg/kg dilaporkan pada studi hewan.
    Temuan:
    Plumbago zeylanica memiliki senyawa aktif utama plumbagin dengan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, antimikroba, dan antikanker. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa daun dan akar tanaman berpotensi dikembangkan sebagai fitofarmaka untuk penyakit inflamasi kronis.
  2. Aktivitas anti-inflamasi plumbagin pada makrofag RAW264.7 yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7; perlakuan plumbagin 1, 2,5, dan 5 µM.
    Dosis/Durasi:
    Plumbagin 1–5 µM selama 24 jam.
    Temuan:
    Plumbagin menurunkan kadar TNF-α, IL-6, dan NO serta menghambat aktivasi NF-κB secara signifikan. Efek ini terjadi tanpa mengubah viabilitas sel pada konsentrasi yang diuji.
  3. Efek plumbagin terhadap apoptosis dan proliferasi sel karsinoma kolorektal

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel HCT116 dan SW620; enam replikasi per kelompok perlakuan.
    Dosis/Durasi:
    Plumbagin 2,5–20 µM selama 48 jam.
    Temuan:
    Plumbagin menginduksi apoptosis melalui jalur mitokondria dan menurunkan ekspresi protein anti-apoptosis Bcl-2. Penghambatan proliferasi sel terjadi secara dependen dosis dan waktu.
  4. Potensi penyembuhan luka salep ekstrak daun Plumbago zeylanica pada tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    24 tikus Wistar jantan usia 8–10 minggu dengan luka eksisi dorsal.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun Plumbago zeylanica 5% dan 10% dalam basis salep, diberikan topikal sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep ekstrak daun Plumbago zeylanica 5% dan 10% mempercepat penutupan luka dibandingkan kontrol. Peningkatan kontraksi luka dan kadar kolagen diamati pada kelompok perlakuan.
  5. Plumbagin memperbaiki artritis reumatoid melalui keseimbangan sel Treg/Th17 pada tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus DBA/1 yang diinduksi kolagen tipe II.
    Dosis/Durasi:
    Plumbagin 5 mg/kg per oral, sekali sehari selama 28 hari.
    Temuan:
    Plumbagin 5 mg/kg oral mengurangi skor pembengkakan kaki dan kadar IL-17 serum, serta meningkatkan kadar IL-10. Analisis histologi menunjukkan berkurangnya infiltrasi sel inflamasi pada sendi.
  6. Aktivitas antibakteri ekstrak daun Plumbago zeylanica terhadap Staphylococcus aureus resisten metisilin (MRSA)

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis MRSA; metode difusi cakram dan mikrodilusi.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun Plumbago zeylanica dengan konsentrasi 3,9–250 µg/mL; inkubasi 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak daun Plumbago zeylanica menunjukkan zona hambat 12–18 mm dengan nilai MIC berkisar 15,6–62,5 µg/mL. Ekstrak diduga merusak integritas membran sel bakteri.
  7. Studi acak terkendali suplementasi ekstrak daun Plumbago zeylanica pada pasien osteoartritis lutut

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien osteoartritis lutut ringan-sedang; 30 kelompok intervensi dan 30 kelompok plasebo.
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak daun Plumbago zeylanica per hari dalam kapsul, selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak daun Plumbago zeylanica 500 mg/hari selama 12 minggu menurunkan skor nyeri VAS dan WOMAC secara signifikan. Tidak ada efek samping berat yang dilaporkan.

Advertisement


Cari: