Kasifikasi ilmiah Daun Encok Merah (Plumbago indica)
Author: L.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Caryophyllidae |
| Ordo: | Caryophyllales |
| Famili: | Plumbaginaceae |
| Subfamili: | Plumbaginoideae |
| Tribus: | Plumbagineae |
| Genus: | Plumbago |
| Spesies: | Plumbago indica |
Plumbago indica, atau yang lebih dikenal sebagai ki encok, adalah tanaman perdu yang sering ditemukan di pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Bunganya yang berwarna merah muda kemerahan hingga merah cerah tumbuh dalam rangkaian yang memanjang, membuatnya terlihat sangat cantik dan mencolok saat sedang mekar di musimnya.
Selain tampilannya yang menawan, tanaman ini ternyata punya sejarah panjang dalam pengobatan tradisional, terutama untuk mengatasi masalah pegal linu atau rematik. Namun, kamu harus berhati-hati ya, karena getah dari daunnya yang masih segar bisa menimbulkan efek iritasi atau melepuh jika terkena kulit secara langsung, jadi pastikan untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuhnya.
Advertisement