Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan keamanan obat herbal untuk dismenore primer: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    34 uji klinis acak dengan 3.456 wanita usia reproduksi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; umumnya 2–3 kali pemberian per hari selama 3 siklus menstruasi
    Temuan:
    Intervensi herbal, termasuk sediaan yang mengandung Viburnum opulus, menurunkan skor nyeri dismenore primer secara signifikan dibandingkan plasebo. Namun, analisis subkelompok khusus V. opulus masih terbatas dan heterogenitas antarstudi cukup tinggi.
  2. Efek Viburnum opulus terhadap dismenore primer: uji klinis acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 mahasiswi dengan dismenore primer
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak Viburnum opulus 2 kali sehari selama 3 siklus menstruasi
    Temuan:
    Viburnum opulus menurunkan intensitas nyeri haid lebih baik daripada plasebo. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan bersifat sementara.
  3. Perbandingan efek Viburnum opulus dan mefenamat pada dismenore primer

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 wanita dengan dismenore primer
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak Viburnum opulus 3 kali sehari selama 5 hari pertama menstruasi
    Temuan:
    Viburnum opulus menunjukkan efek analgesik yang sebanding dengan mefenamat dalam menurunkan nyeri haid. Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada kebutuhan analgesik tambahan.
  4. Ekstrak buah Viburnum opulus memperbaiki obesitas akibat diet tinggi lemak pada mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vivo
    Sampel:
    40 mencit C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak
    Dosis/Durasi:
    100–200 mg/kg berat badan per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak buah Viburnum opulus menurunkan berat badan, lemak visceral, dan penanda inflamasi. Efek ini disertai perbaikan profil lipid dan sensitivitas insulin.
  5. Efek protektif Viburnum opulus terhadap kolitis ulseratif akibat asam asetat pada tikus

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi kolitis asam asetat
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg berat badan per hari selama 7 hari
    Temuan:
    Viburnum opulus menurunkan skor kerusakan mukosa usus dan kadar sitokin proinflamasi. Efek protektif diduga melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
  6. Viburnum opulus melindungi ginjal dari nefrotoksisitas cisplatin pada tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi in vivo
    Sampel:
    28 tikus Sprague-Dawley jantan yang diinduksi cisplatin
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg berat badan per hari selama 10 hari
    Temuan:
    Ekstrak Viburnum opulus menurunkan kadar urea, kreatinin, dan stres oksidatif ginjal. Gambaran histopatologi ginjal juga menunjukkan perbaikan kerusakan tubular.
  7. Ekstrak buah Viburnum opulus mencegah kehilangan tulang pada tikus ovarektomi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vivo
    Sampel:
    32 tikus betina yang menjalani ovarektomi
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kg berat badan per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Viburnum opulus meningkatkan kepadatan mineral tulang dan menurunkan penanda resorpsi tulang. Efek ini berpotensi sebagai terapi adjuvan osteoporosis pascamenopause.
  8. Viburnum opulus L.: tinjauan fitokimia, farmakologi, dan keamanan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    87 studi in vitro, in vivo, dan klinis
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi; dosis hewan 100–500 mg/kg dan dosis manusia 500–1.000 mg per hari
    Temuan:
    Viburnum opulus memiliki aktivitas antispasmodik, antiinflamasi, antioksidan, dan efek metabolik yang menjanjikan. Namun, bukti klinis pada manusia masih terbatas, heterogen, dan memerlukan uji terkontrol yang lebih besar.

Advertisement


Cari: