Advertisement
Tanaman ini asli dari pegunungan Himalaya dan suka banget tumbuh di area alpine yang dingin, lembap, dan punya tanah subur dengan drainase yang baik. Biasanya ditemukan di ketinggian 2.500 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Costus Root (Saussurea costus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Bagian paling ikonik, bentuknya tebal, bercabang, dan punya aroma yang sangat kuat, khas, dan tajam. |
| Batang | Batang tegak dan kokoh, bisa tumbuh sampai tinggi 1-2 meter dengan permukaan yang agak kasar. |
| Daun | Bentuknya lebar dengan pinggiran yang bergerigi. Daun bagian bawah biasanya berukuran jauh lebih besar dan bertangkai panjang dibandingkan daun bagian atas. |
| Bunga | Bunganya berbentuk bonggol (capitulum) berwarna ungu gelap atau kebiruan, biasanya muncul di ujung batang atau di ketiak daun. |
| Buah Dan Biji | Buahnya termasuk jenis buah kering (achenes) yang punya semacam 'parasut' halus (pappus) supaya bisa terbang terbawa angin. |
Costus Root (Saussurea costus), yang dikenal dalam pengobatan tradisional seperti Ayurveda dan pengobatan Unani, mengandung berbagai senyawa bioaktif termasuk asam klorogenik, costunolide, dan dehydrocostus lactone. Meskipun sering digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, peradangan, dan penyakit pernapasan, penggunaan akar ini dapat memicu sejumlah efek samping yang signifikan. Efek samping yang paling umum dilaporkan meliputi reaksi alergi pada kulit, seperti dermatitis kontak dan iritasi dermal, terutama bagi individu yang memiliki sensitivitas terhadap tanaman dari famili Asteraceae (kenikir-kenikiran). Senyawa sesquiterpene lactones yang terkandung di dalamnya diketahui merupakan alergen poten yang dapat menyebabkan dermatitis kontak alergika.